Haru Vicky Shu Belajar Al-Fatihah Bahasa Isyarat Bersama Adik-Adik Tunarungu  

Haru Vicky Shu Belajar Al-Fatihah Bahasa Isyarat Bersama Adik-Adik Tunarungu   
Haru Vicky Shu Belajar Al-Fatihah Bahasa Isyarat Bersama Adik-Adik Tunarungu   
Haru Vicky Shu Belajar Al-Fatihah Bahasa Isyarat Bersama Adik-Adik Tunarungu   
gersena
gersena
gersena

Air mata Vicky Shu tak tertahan saat jari-jemarinya mencoba merangkai isyarat Surat Al-Fatihah. Bukan karena tak bisa, tapi karena baru hari itu ia sadar: betapa tidak mudahnya belajar Kalam Allah ketika telinga tak dapat mendengar.

Momen itu terjadi saat Vicky Shu menyapa adik-adik disabilitas tunarungu di Masjid Villa Inti Persada, Pamulang, Rabu (29/4). Anak-anak istimewa ini merupakan santri binaan Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Program Pembibitan Penghafal Al-Qur’an (PPPA) Daarul Qur’an.

“Jujur, aku malu. Kita yang diberi kesempurnaan kadang malas buka mushaf. Sementara mereka, dengan segala keterbatasan, justru berjuang menghafal setiap ayat lewat isyarat,” ujar Vicky dengan suara bergetar.

Berprestasi di Tengah Sunyi

Di balik keterbatasan, adik-adik ini menyimpan cahaya. Beberapa di antara mereka justru menorehkan prestasi membanggakan. Ada yang berhasil menjuarai Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) kategori disabilitas tingkat kota. Membuktikan bahwa sunyi bukan penghalang untuk melantunkan ayat Allah dengan hati.

Program Disabilitas Mengaji yang digaungkan Laznas PPPA Daarul Qur’an sendiri lahir karena keresahan anak-anak tunarungu dan sahabat disabilitas lainnya yang sangat minim akses belajar Al-Qur’an. Dibawah naungan lembaga ini, sudah ada ribuan dari mereka yang bisa membaca Al-Qur’an dengan kegiatan mengaji dan pembagian mushaf isyarat, Al-Qur’an dan Iqra Braille dari bantuan berbagai pihak.

“Namun, masih banyak yang belum mendapatkannya. Karena dari data Badan Pusat Statistik (BPS) ada jutaan muslim penyandang disabilitas tuli dan tunanetra. Karena itu, kami terus mensyiarkan campaign ini agar masyarakat mengetahui dan turut memberikan bantuan. Salah satunya dengan mengajak public figure seperti Kak Vicky Shu,” ujar Direktur Program Laznas PPPA Daarul Qur’an, Zainal Umuri.

Jari yang Bergetar, Hati yang Tergerak

Sesi paling mengharukan terjadi saat Vicky diajak belajar Surat Al-Fatihah dengan bahasa isyarat. Satu per satu gerakan ia ikuti. Jari-jarinya kaku, beberapa kali salah, lalu tertawa kecil bersama para guru dan adik-adik santri yang sabar mengajari.

“Aku baru paham, belajar Al-Qur’an buat mereka itu perjuangan fisik dan hati. Gerakan tangan harus tepat, ekspresi wajah harus ikut, karena itu bagian dari ‘tajwid’ mereka. MasyaAllah,” tutur Vicky.

Pengalaman itulah yang membuatnya mantap berkolaborasi dengan Laznas PPPA Daarul Qur’an. Vicky mendukung penuh campaign untuk menghadirkan lebih banyak guru ngaji isyarat, mushaf khusus, dan beasiswa penghafal Al-Qur’an bagi sahabat disabilitas.

“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” HR. Bukhari. Hadits ini, kata Vicky, menjadi pengingat bahwa “mengajarkan” bisa dimulai dari memfasilitasi mereka yang ingin belajar tapi terhalang akses. “Aku ingin, adik-adik ini bisa punya kesempatan yang sama untuk belajar dan membaca Al-Qur'an Dan kita semua bisa jadi jalannya,” tutup Vicky.

Melalui kolaborasi ini, Vicky Shu dan Laznas PPPA Daarul Qur’an mengajak masyarakat untuk ikut menjadi bagian dari gerakan #CahayaUntukHatiIstimewa. Karena dari setiap Al-Qur'an isyarat dan braille yang mereka baca, ada pahala yang akan terus mengalir untuk siapa pun yang memudahkannya. (ARA)

Bergabung Bersama Kak Vicky dengan DonasiSekarang, Klik Di Sini!