5 Pesan Allah dalam Peristiwa Isra Mi’raj

Isra Mi’raj bukan hanya kisah masa lalu, tetapi pesan hidup untuk hari ini. Allah mengajarkan bahwa shalat adalah kekuatan, ujian adalah jalan, iman adalah keyakinan, dan masjid adalah pusat peradaban.

5 Pesan Allah dalam Peristiwa Isra Mi’raj

Peristiwa Isra Mi’raj bukan sekadar perjalanan luar biasa Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, lalu naik ke Sidratul Muntaha. Lebih dari itu, Isra Mi’raj adalah peristiwa sarat pesan ilahiah yang diturunkan Allah SWT sebagai pedoman hidup umat Islam sepanjang zaman.

Di balik keajaiban perjalanan tersebut, terdapat pesan-pesan mendalam yang relevan dengan kehidupan manusia hari ini tentang iman, ibadah, kesabaran, dan hubungan seorang hamba dengan Tuhannya.

Berikut lima pesan utama Allah SWT dalam peristiwa Isra Mi’raj.

1. Shalat Adalah Tiang Kehidupan Seorang Mukmin

Pesan paling utama dari Isra Mi’raj adalah perintah shalat lima waktu. Berbeda dengan ibadah lain yang diturunkan melalui perantara malaikat, shalat diperintahkan langsung oleh Allah kepada Rasulullah SAW.

Hal ini menunjukkan bahwa shalat bukan sekadar kewajiban, tetapi kebutuhan ruhani. Shalat adalah sarana komunikasi langsung antara hamba dan Allah, tempat mengadu, meminta pertolongan, dan menenangkan hati.

Jika hidup terasa sempit, bisa jadi karena shalat belum dijaga dengan sungguh-sungguh.

2. Dekat dengan Allah Tidak Mengenal Jarak

Isra Mi’raj mengajarkan bahwa kedekatan dengan Allah tidak dibatasi ruang dan waktu. Nabi Muhammad SAW menembus langit demi langit bukan dengan kekuatan manusia, tetapi dengan izin dan kehendak Allah.

Pesan ini menegaskan bahwa siapa pun bisa dekat dengan Allah, bukan karena kedudukannya di dunia, melainkan karena ketulusan iman dan ketaatan.

Semakin rendah hati seorang hamba, semakin dekat ia dengan Rabb-nya.

3. Ujian Adalah Jalan Menuju Kemuliaan

Isra Mi’raj terjadi pada masa yang sangat berat bagi Rasulullah SAW setelah wafatnya Khadijah RA dan Abu Thalib, serta penolakan dari kaum Thaif. Justru setelah fase paling gelap itulah Allah menghadiahkan peristiwa agung ini.

Pesannya jelas: ujian bukan tanda kebencian Allah, tetapi sering kali merupakan jalan menuju kemuliaan dan penguatan iman. Setelah kesulitan, Allah siapkan kedekatan.

4. Keimanan Butuh Keyakinan, Bukan Logika Semata

Bagi orang-orang kafir Quraisy, Isra Mi’raj dianggap mustahil secara logika. Namun bagi orang beriman, kebenaran datang dari Allah, bukan dari batas akal manusia.

Abu Bakar Ash-Shiddiq RA langsung membenarkan peristiwa ini tanpa ragu, hingga mendapat gelar Ash-Shiddiq.

Pesannya, iman sejati lahir dari keyakinan penuh kepada Allah dan Rasul-Nya, meski belum sepenuhnya dipahami oleh akal.

Iman bukan tentang masuk akal, tapi tentang percaya kepada Yang Maha Berkuasa.

5. Masjid Adalah Pusat Peradaban dan Persatuan Umat

Isra Mi’raj menghubungkan Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha, menegaskan bahwa masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi pusat dakwah, persatuan, dan peradaban umat Islam.

Masjid menjadi simbol kesatuan umat lintas wilayah dan generasi. Dari masjidlah nilai-nilai keimanan, kepedulian, dan perjuangan ditumbuhkan.

Menghidupkan masjid berarti menghidupkan umat.

Isra Mi’raj bukan hanya kisah masa lalu, tetapi pesan hidup untuk hari ini. Allah mengajarkan bahwa shalat adalah kekuatan, ujian adalah jalan, iman adalah keyakinan, dan masjid adalah pusat peradaban.

Semoga kita tidak hanya memperingati Isra Mi’raj sebagai peristiwa sejarah, tetapi menjadikannya momentum untuk memperbaiki shalat, iman, dan hubungan kita dengan Allah SWT.