Jejak Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang

Malang - 5 hari pasca tragedi Kanjuruhan menelan korban yang cukup besar, simpang siur jumlah korban meninggal akibat kericuhan di Stadion Kanjuruhan menemui titik terang. Dinas Kesehatan Kabupaten Malang memberikan keterangan bahwa data korban meninggal hingga Jum'at (7/10) sore kemarin menjadi 131 orang. Ada enam tambahan korban meninggal dari data sebelumnya. 

Jejak Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran

Malang - 5 hari pasca tragedi Kanjuruhan menelan korban yang cukup besar, simpang siur jumlah korban meninggal akibat kericuhan di Stadion Kanjuruhan menemui titik terang. Dinas Kesehatan Kabupaten Malang memberikan keterangan bahwa data korban meninggal hingga Jum'at (7/10) sore kemarin menjadi 131 orang. Ada enam tambahan korban meninggal dari data sebelumnya. 

Seperti diketahui tragedi ini bermula saat pertandingan antara Persebaya versus Arema yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan Malang pada (1/10) malam pukul 20.00 WIB. Pada pertandingan tersebut kemenangan diraih oleh tim Persebaya dengan keunggulan 3-2 atas Arema. 

Kekecewaan supporter Arema yang menamakan diri sebagai Aremania ini pun tidak bisa terbendung. Apalagi kekalahan tersebut terjadi di kandang mereka sendiri. Pada akhirnya salah satu supporter Aremania ini mulai turun ke lapangan untuk menyampaikan kekecewaannya. 

Para pemain Arema yang sedari awal mengucapkan permintaan maaf kepada seluruh supporter mereka pun akhirnya meninggalkan lapangan menuju ke ruang ganti saat massa sudah mulai turun ke lapangan untuk menemui para pemain Arema.

Kericuhan pun tak dapat terelakkan antara supporter dengan pihak keamanan Polisi dan TNI saat meminta para supporter untuk keluar dari lapangan agar kembali kondusif. Akibat massa yang cukup banyak memadati lapangan maka polisi memukul mundur para supporter sampai pada akhirnya terjadilah penembakan gas air mata ke arah kerumunan lapangan sampai ke tribun penonton.

Pada saat itulah ketegangan terus memuncak antara supporter Aremania dengan pihak keamanan dan kepanikan juga terjadi di area tribun karena mereka terkena gas air mata. Penonton dalam jumlah besar itupun berlarian menuju pintu keluar untuk menyelamatkan diri, agar tidak terkena perihnya gas air mata.

Dikabarkan karena jumlah massa yang besar dan beberapa pintu keluar stadion ditutup membuat mereka berdesak-desakan, terinjak-injak hingga mengakibatkan adanya korban jiwa dan luka berat. Tercatat 131 korban meninggal dunia, 330 jiwa luka-luka. 

Mendengar hal tersebut terjadi, Tim Siaga Bencana atau Sigab PPPA Daarul Qur’an tidak tinggal diam. Pasca kericuhan tersebut hingga hari ke lima setelahtragedi itu berlangsung Tim Sigab membentuk dan menerjunkan personel untuk melakukan bantuan emergency dan assessment untuk memberikan bantuan secara massif kepada korban dan keluarga korban. 

Tak hanya sampai di situ Tim Sigab PPPA Daarul Qur'an Surabaya dan PPPA Daarul Qur'an Malang berupaya melakukan tindakan cepat agar dapat menyalurkan bantuan dari para donatur yang telah mengamanahkan dana bantuan mereka untuk disalurkan kepada korban tragedi Kanjuruhan.

Saat ini PPPA Daarul Qur’an tetap membuka diri kepada siapapun yang ingin turut membantu para korban kerusuhan Kanjuruhan agar bantuan dari seluruh saudara kita, donatur dan semuanya dapat tersalurkan dengan baik dan cepat.

Oleh: Nafisah, PPPA Daarul Qur'an Surabaya