PPPA Daarul Qur’an Bersama Tim Peduli Kota Tangerang Lakukan Pemetaan Kebutuhan di Wilayah Pascabencana Aceh
Tim Peduli Aceh Sumatera Jawa Masyarakat Kota Tangerang melakukan pemetaan kebutuhan pascabencana dengan meninjau langsung berbagai wilayah terdampak banjir di Aceh, Rabu (6/5).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peresmian tiga masjid bantuan masyarakat Kota Tangerang yang telah selesai direnovasi setelah banjir melanda. Tim gabungan tersebut terdiri dari unsur Pemerintah Kota Tangerang, DPRD Kota Tangerang, MUI, BAZNAS, serta Laznas PPPA Daarul Qur'an.
Dalam rombongan hadir Ika Lestari selaku Ketua Tim, Turidi Susanto sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang, Danni Budianto dari BAZNAS Kota Tangerang, Anwar Sani selaku Bendahara Tim sekaligus Ketua Yayasan Daarul Qur’an Nusantara, serta Zainal Umuri sebagai Direktur Program PPPA Daarul Qur’an.
Agenda utama rombongan adalah peresmian tiga masjid di wilayah Aceh, yakni Masjid Babulfalah dan Masjid At-Taqwa di Aceh Tamiang, serta Masjid Madinah Japakeh di Pidie Jaya yang diketahui telah berusia lebih dari 400 tahun.
Ketiga masjid tersebut merupakan bagian dari 12 masjid bantuan masyarakat Kota Tangerang yang direnovasi pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh beberapa waktu lalu.
Tidak hanya menghadiri seremoni peresmian, tim juga turun langsung melakukan pemetaan kebutuhan masyarakat dengan meninjau berbagai titik terdampak banjir di Aceh. Dalam kunjungan itu, rombongan mendatangi Rumah Tumbuh yang sedang dibangun kembali dari reruntuhan akibat banjir, kemudian meninjau MTs Darul Ulum, hingga Pesantren Al Qisrah di kawasan Lubuk Siduk, Aceh Tamiang.
Kondisi masyarakat di wilayah tersebut masih memerlukan perhatian serius. Banjir besar yang menerjang kawasan Lubuk Siduk menyebabkan lebih dari 200 kepala keluarga kehilangan rumah akibat hanyut tersapu arus dan masih berjuang memulihkan kehidupan mereka pascabencana.
Ketua rombongan, Ika Lestari, menegaskan bahwa kunjungan lapangan ini penting agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat. “Pemetaan kebutuhan ini menjadi cara kami melihat langsung kondisi masyarakat, sehingga bantuan lanjutan tidak hanya bersifat simbolis, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan utama warga,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Anwar Sani yang menyebutkan bahwa hasil kunjungan tersebut akan menjadi dasar penyusunan program bantuan tahap berikutnya. Menurutnya, tim berkomitmen melanjutkan dukungan bagi masyarakat Aceh, khususnya pada sektor pendidikan, hunian warga, serta penguatan pesantren dan madrasah yang terdampak banjir.
“InsyaAllah, setelah melihat langsung kondisi di lapangan, bantuan selanjutnya akan lebih fokus menyentuh kebutuhan madrasah, hunian masyarakat, dan pesantren agar proses pemulihan berjalan lebih cepat,” katanya.
Kunjungan kemanusiaan ini menjadi simbol kolaborasi lintas lembaga dan kepedulian masyarakat Kota Tangerang terhadap warga Aceh yang masih bangkit dari dampak bencana. Selain membangun kembali fasilitas ibadah, program tersebut juga diharapkan mampu memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas antardaerah di Indonesia.






