Ikhtiar Bersama Menyempurnakan Al-Fatihah Menuju Bulan Suci Ramadhan
Dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan, PPPA Daarul Qur'an menggelar Dawrah Tahsin Al-Fatihah pada 31 Januari - 1 Februari 2026 yang diperuntukkan imam, khotib dan pengurus masjid, serta Guru Al-Quran se-DI. Yogyakarta. Dawrah kali ini mengundang narasumber langsung dari Masyayikh Markaz Sanad wal Ijazah Daarul Qur’an, yakni Syeikh Prof. Dr. Zaid bin Abdullah Ali Al-Ghaily. Beliau adalah seorang pakar ilmu Al-Qur’an, sekaligus delegasi Liga Muslim Dunia di Indonesia di bidang Pendidikan Al-Qur’an. Beliau didampingi oleh Ustadz Hamzah Arafah selaku penerjemah yang juga berperan sebagai Direktur Markaz Sanad wal Ijazah Daarul Qur’an.
Hari Pertama, tepatnya tanggal 31 Januari 2026, Dawrah berlokasi di Masjid Balaikota Diponegoro untuk wilayah Sleman, Kulon Progo, dan Kota Yogyakarta. Selanjutnya, Hari kedua pada 1 Februari 2026, berlokasi di Graha Nur Hidayah, untuk wilayah Bantul dan Gunung Kidul. Oleh karena itu, untuk mengoptimalkan mobilisasi peserta, PPPA Daarul Qur'an berkolaborasi dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI), Baznas Kota Yogyakarta, dan BADKO TPA, sehingga informasi mengenai dawrah tahsin Al-Fatihah bisa tersampaikan secara merata di seluruh wilayah DI. Yogyakarta. Tentu hal ini juga berkaitan dengan misi besar PPPA Daarul Qur’an dalam memperluas sebaran wilayah program.

Secara keseluruhan, ada 148 peserta dari masjid, sekolah, dan umum yang turut hadir dan berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan. Dawrah dibuka dengan sambutan oleh Bapak Drs. H. Harsoyo, M.Si selaku Wakil Ketua 3 PW DMI DI. Yogyakarta. Beliau menyampaikan bahwa dawrah tahsin Al-Fatihah ini sangat penting terutama untuk para imam dan khatib masjid, sehingga tidak hanya memprioritaskan langgam melainkan juga ketepatan pelafalan. Beliau mewakili pengurus DMI DI. Yogyakarta juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih, karena agenda ini adalah bagian dari program, bentuk dukungan, serta kepedulian yang diberikan oleh PPPA kepada masjid se- DI. Yogyakarta. Harapannya, juga bisa tersambung program kolaborasi berkelanjutan.
Usai sambutan, acara berlanjut pada sesi inti yaitu pemaparan materi dari narasumber. Dalam hal ini, beliau tidak hanya mengajarkan cara melafalkan Al-Fatihah yang tepat sesuai dengan kaidah, melainkan juga membedah tafsir singkat, keutamaan, hingga kesalahan umum dalam melafalkan Al-Fatihah. Menariknya, pasca pemaparan materi, seluruh peserta mendapat sesi khusus untuk talaqqi langsung Surah Al-Fatihah bersama narasumber. Dalam hal ini peserta mendapat kesempatan untuk menyetorkan bacaan Al-Fatihah-nya, sekaligus menerima koreksi dan perbaikan langsung dari beliau.
Pada akhirnya, satu langkah di balik misi besar penyelenggaraan Dawrah Tahsin Al-Fatihah telah tercapai. Satu langkah menuju tumbuhnya kesadaran untuk terus belajar memperbaiki bacaan Al-Qur’an. Langkah itu dimulai dari perbaikan Al-Fatihah yang merupakan ummul Qur’an sekaligus surah yang menjadi syarat sah shalat. Kesadaran inilah yang difasilitasi oleh PPPA Daarul Qur’an melalui program pembinaan tahsin intensif yang diperuntukkan masjid, sekolah atau lembaga lainnya. Hadirnya kesadaran pada pelaku utama dalam lingkungan masjid dan sekolah, yakni imam dan guru Al-Qur’an, akan menggiring pada perubahan yang membawa dampak positif bagi santri dan masyarakat. Dampak itu berupa perubahan kualitas bacaan dan kompetensi mereka, sehingga tolak ukurnya tidak berhenti pada kemampuan membaca, melainkan juga ketepatan dalam melafalkan.






