Kehadiran Anak-anak Kampung Qur'an Merapi di Wisuda Akbar 10 Yogyakarta

Kehadiran Anak-anak Kampung Qur'an Merapi di Wisuda Akbar 10 Yogyakarta
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran

Ahad, 23 Oktober 2022 menjadi hari penuh kesan bagi anak-anak Kampung Qur’an Merapi. Sebanyak 15 anak kampung Qur’an Merapi menghadiri perhelatan besar Wisuda Akbar ke-10 PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta yang diselenggarakan di Masjid Agung Sleman. 

Wisuda Akbar ke-10 begitu istimewa bagi mereka yang belum pernah merasakan kegiatan yang sangat meriah dan penuh suka cita ini. Sebanyak 15 anak itu adalah santri TPA Darul Ilmi Kalitengah Kidul, Glagaharjo yang Terdiri dari 5 laki laki dan 10 perempuan, serta 2 asatidz dan seorang da’i pengabdian sebagai pendamping mereka pada acara tahunan tersebut.
  
Anak anak Kampung Qur’an begitu menikmati kegiatan Wisuda Akbar, karena disamping sebagai hiburan rihlah bagi mereka, acara tersebut juga cukup memotivasi dan membangkitkan semangat mereka.

Karena pada acara tersebut menampilkan para penghafal Al-Qur’an yang sudah menyelesaikan hafalan mereka, sehingga secara tidak langsung memunculkan keinginan kuat bagi anak anak Kampung Qur’an Merapi untuk mengikuti jejak jejak para huffazh untuk sama sama menjadi penghafal Al-Qur’an.
 
Di antara santri yang ikut, terdapat satu santri termuda yang berumur 7 tahun, Rudi namanya. Dia sudah berhasil meghafal 14 surat surat pendek yang diajarkan Asatidz/ah di TPA. Rudi sangat senang sekali mengikuti kegiatan Wisuda Akbar karena menurutnya selain bercita cita menjadi pemain bola dia juga ingin menjadi penghafal Al-Qur’an.

“Seneng mas ikut acara, cita-cita mau jadi pemain bola yang suka ngaji dan menghafal surat surat Al-Qur’an di TPA,” tuturnya.

Rudi adalah anak yang rajin mengaji ke TPA, walaupun terkadang hujan deras disertai kabut, dia tetap berangkat ke TPA. Menurutnya walaupun hujan deras dan kabut disore hari, ia harus tetap berangkat karena ada ibu dan bapak yang siap mengantar dan menjemputnya ke TPA.

“Kalau hujan tetap berangkat mas, dianterin ibu kalau ngga bapak, biar cepet bisa ngaji,” sahutnya.

Selain Rudi, ada juga santri TPA berprestasi yang sangat bersemangat mengikuti acara Wisuda Akbar PPPA Daarul Qur’an. Dia adalah Nur Ihsanudin, biasa dipanggil Nur. Nur adalah anak pertama dari 4 bersaudara. Sebelum mengikuti kegiatan Wisuda Akbar, Nur sempat mengikuti lomba antar TPA yang diadakan oleh Kelurahan Desa Glagaharjo. 

Dan hebatnya dia berhasil mendapatkan juara 1 lomba cabang praktek sholat pada acara tersebut. Sehingga dengan adanya prestasi itu, Nur semakin bersemangat mengikuti kegiatan keislaman, termasuk kegiatan wisuda akbar yang diadakan di Masjid Agung Sleman.

“Semangat dan seneng juga mas ikut acara Wisuda Akbar, karena bisa ketemu Syekh dan penghafal Qur’an di sana, terus bisa dolen (rekreasi) sama anak anak dan banyak jajan di sana,” celoteh nur sambil tertawa tawa saat kami wawancarai di TPA Darul Ilmi.

Salah satu santri perempuan bernama Putri kemudian menyahut dan ikut bercerita juga pengalamannya mengikuti acara Wisuda Akbar PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta.

“Iya mas seru acaranya, walaupun jaraknya jauh dari Merapi ke Masjid Agung Sleman tetapi saya bisa ikut acaranya Wisuda dan seneng bisa main, saya cita citanya jadi Dokter lo mas, Dokter yang suka hafalan surat surat Qur’an dan do’a sehari hari,” terangnya sambil menyungging bibir.

Putri adalah salah satu santri yang sangat rajin mengaji, selain selalu hadir di TPA, dia juga setiap hari selalu datang ke saung Qur’an untuk mengaji dan belajar pelajaran sekolah bersama da’i pengabdian kampung qur’an Merapi. Putri dan teman-temannya adalah perwujudan santri yang berkeingingan kuat dan bercita cita tinggi demi kehidupan dan keislaman di masa yang akan datang.

Harapannya anak-anak kampung merapi, bukan hanya Rudi, Nur maupun Putri saja, tetapi juga semua anak Kampung Qur’an Merapi dapat termotovasi kuat oleh adanya kegiatan Wisuda Akbar 10, dan selalu meningkatkan kemampuan mereka dalam mempelajari Al-Qur’an baik di TPA maupun di Saung Qur’an. Sehingga merekalah yang kemudian menjadi generasi penerus perjuangan islam di Kampung Qur’an merapi serta dapat menjadi lampu yang dapat menerangi orang-orang di sekelilingnya.