Cahaya Ramadhan dari Kampus untuk Masyarakat

Cahaya Ramadhan dari Kampus untuk Masyarakat
Cahaya Ramadhan dari Kampus untuk Masyarakat

Ramadhan selalu menjadi ruang istimewa untuk mempertemukan hati-hati yang rindu akan kebaikan. Di bulan yang penuh berkah ini, Safari Dakwah bersama Astrie Ivo hadir di lingkungan Universitas Bhinneka Nusantara (UBHINUS), menghadirkan majelis ilmu yang tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa dan dosen, tetapi juga terbuka untuk warga setempat. Perjumpaan ini menjadi simbol bahwa Ramadhan mampu meruntuhkan sekat—antara kampus dan masyarakat, antara generasi muda dan orang tua, antara ruang akademik dan ruang spiritual.

Kehadiran Rektor pertama UBHINUS yang beragama Islam semakin menegaskan bahwa nilai kebhinekaan dan keislaman dapat tumbuh berdampingan dalam harmoni. Kampus bukan hanya menjadi pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga rumah bagi nilai-nilai moral dan spiritual yang mengakar kuat. Dalam suasana yang hangat dan penuh kekhusyukan, civitas akademika dan masyarakat duduk bersama, mendengarkan pesan-pesan dakwah yang menyejukkan hati.

Dengan tutur kata yang lembut dan menyentuh, Bunda Astrie Ivo mengajak seluruh hadirin untuk memaknai Ramadhan bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan momentum perubahan diri dan penguatan kepedulian sosial. Beliau mengingatkan bahwa ilmu tanpa iman akan terasa hampa, dan iman tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Dakwah yang disampaikan tidak hanya berbicara tentang hubungan vertikal kepada Allah, tetapi juga hubungan horizontal kepada sesama manusia.

Safari Dakwah ini menghadirkan lebih dari sekadar ceramah. Ia menjadi ruang silaturahmi, ruang refleksi, dan ruang kolaborasi. Mahasiswa mendapatkan penguatan spiritual di tengah dinamika akademik, dosen merasakan kesejukan nilai-nilai Ramadhan, dan warga sekitar merasakan kedekatan kampus sebagai bagian dari kehidupan mereka. Inilah wajah Islam yang ramah—mengajak, merangkul, dan menyatukan.

Namun, terselenggaranya kegiatan dakwah yang terbuka dan inklusif seperti ini tentu membutuhkan dukungan bersama. Fasilitas kegiatan, kebutuhan teknis acara, konsumsi jamaah, hingga perluasan jangkauan syiar kepada masyarakat menjadi bagian dari ikhtiar kolektif yang harus kita kuatkan bersama.