Respon Kemanusiaan Relawan SIGAB PPPA Daarul Qur'an di Lokasi Bencana Longsor Cisarua
Hening dini hari di Kampung Babakan, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, mendadak berubah mencekam. Suara gemuruh keras membangunkan warga pada Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Tak lama berselang, sekitar pukul 03.00 WIB, longsoran tanah meluncur deras hingga mencapai permukiman warga.
Bencana longsor ini berdampak pada sedikitnya tiga kampung, yakni Kampung Babakan Cibudah (RT 05/RW 07), Kampung Pasirkuning (RT 05/RW 11), dan Kampung Pasirkuda (RT 01/RW 10). Rumah-rumah warga rata dengan tanah, hanya menyisakan kepanikan dan duka mendalam.
Merespons kondisi tersebut, PPPA Daarul Qur’an turut hadir di titik pengungsian untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa air siap minum serta melakukan assessment langsung guna mengetahui kebutuhan darurat para penyintas bencana.
Warga terdampak saat ini mengungsi di Kantor Desa Pasirlangu sejak dini hari. Lokasi pengungsian berada di kawasan yang cukup padat penduduk, sehingga memudahkan akses bagi para relawan dan lembaga kemanusiaan dalam menyalurkan bantuan logistik serta memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.
Berdasarkan data terbaru yang dihimpun dari BNPB melalui Kompas.com, tercatat sebanyak 30 rumah hancur akibat longsor. Bencana ini juga merenggut 19 korban jiwa, sementara 72 orang dilaporkan masih hilang. Sekitar 400 jiwa terdampak dan harus meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.
Curah hujan tinggi yang terus mengguyur wilayah tersebut menjadi penyebab utama longsor. Aliran air hujan yang tidak kunjung mereda perlahan mengikis tanah di bagian atas perbukitan hingga akhirnya memicu longsoran besar.
Dari hasil wawancara dengan sejumlah penyintas, terungkap bahwa kebutuhan mendesak saat ini meliputi makanan siap saji, tempat tidur, selimut, obat-obatan, kebutuhan anak-anak, perlengkapan ibadah, pakaian ganti termasuk pakaian dalam, Al-Qur’an dan Iqra, serta pendampingan pascabencana berupa trauma healing.
PPPA Daarul Qur’an berkomitmen untuk terus membersamai para penyintas, tidak hanya melalui bantuan logistik, tetapi juga dukungan pemulihan mental dan spiritual agar warga dapat kembali bangkit dari duka dan kehilangan yang mendalam.






