Dari Masjid untuk Peradaban: Sekolah Imam Indonesia dan Kemenag Satukan Langkah Cetak Imam Masa Depan

Dari Masjid untuk Peradaban: Sekolah Imam Indonesia dan Kemenag Satukan Langkah Cetak Imam Masa Depan
vickypedulidisabilitas
vickypedulidisabilitas
vickypedulidisabilitas

Di balik kokohnya sebuah masjid, selalu ada sosok imam yang bukan hanya memimpin salat, tetapi juga menjadi penyejuk, pendidik, sekaligus penggerak kehidupan umat. Di tengah tantangan zaman yang terus berkembang, peran imam dituntut semakin luas. Ia tidak hanya fasih membaca Al-Qur'an, tetapi juga mampu membimbing masyarakat, merawat persatuan, hingga menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan sosial.

Berangkat dari semangat tersebut, Sekolah Imam Indonesia (SII) melakukan audiensi dengan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Dr. H. Arsad Hidayat, Lc., M.A., di Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, Selasa (23/6).

Pertemuan yang dipimpin Kepala Sekolah Imam Indonesia, Ustadz Alfi Syahar, itu menjadi langkah awal memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem pembinaan imam masjid yang lebih terarah, profesional, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia saat ini.

Bagi Sekolah Imam Indonesia, mencetak imam bukan sekadar mengajarkan tata cara menjadi pemimpin salat. Lebih dari itu, lembaga ini ingin melahirkan pemimpin umat yang memiliki kedalaman ilmu syariah, kecakapan memimpin, kemampuan berdakwah secara relevan, serta siap menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil 'alamin.

Direktur Urais Binsyar Kemenag RI, Dr. H. Arsad Hidayat, menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, masjid memiliki posisi strategis sebagai pusat pembinaan umat, sehingga kualitas imam menjadi salah satu kunci dalam menghidupkan fungsi tersebut.

"Standardisasi kompetensi dan pembinaan para imam masjid harus terus ditingkatkan. Kami mengapresiasi peran lembaga seperti Sekolah Imam Indonesia yang turut mengambil bagian dalam mencetak kader imam yang berwawasan luas, moderat, dan memiliki penguasaan ilmu syariah yang baik," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa imam masa kini harus mampu menjadi teladan dalam membangun moderasi beragama, menguatkan persaudaraan, serta menghadirkan dakwah yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Dalam audiensi tersebut, Wakil Kepala Sekolah Imam Indonesia Bidang Kurikulum, Ustadz Abdul Ghafur, turut memaparkan berbagai program strategis yang sedang dikembangkan. Mulai dari pendidikan dan pelatihan keimaman, manajemen kemasjidan, digitalisasi dakwah, hingga penguatan kapasitas di bidang manajemen strategis dan filantropi Islam.

Program-program tersebut dirancang agar imam tidak hanya menjadi pemimpin ibadah, tetapi juga mampu menggerakkan masjid sebagai pusat pendidikan, pemberdayaan ekonomi, pelayanan sosial, dan pembangunan karakter masyarakat.

Ke depan, Sekolah Imam Indonesia juga menyiapkan sistem pembelajaran yang mengarah pada standar kompetensi nasional. Para peserta diharapkan memiliki sertifikasi Tahsin dan Tahfiz berlisensi BNSP, terdaftar sebagai Imam dan Dai Kementerian Agama RI, serta dibekali berbagai kompetensi kepemimpinan yang dibutuhkan dalam mengelola masjid secara profesional.

Audiensi ini bukan sekadar pertemuan dua lembaga. Lebih dari itu, ini menjadi ikhtiar bersama untuk menyiapkan generasi imam yang mampu menghidupkan kembali peran masjid sebagai pusat peradaban. Sebab, ketika imam bertumbuh dengan ilmu, akhlak, dan kepemimpinan yang kuat, masjid pun akan semakin hidup, dan dari sanalah perubahan besar bagi umat dapat dimulai.

Sebagai program yang berada di bawah naungan Laznas PPPA Daarul Qur'an, Sekolah Imam Indonesia hadir sebagai wujud komitmen dalam membangun ekosistem dakwah yang berkelanjutan melalui penguatan kualitas imam dan pengelola masjid. Melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Agama RI, Sekolah Imam Indonesia berharap dapat melahirkan imam-imam yang tidak hanya unggul dalam keilmuan syariah, tetapi juga memiliki kapasitas kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta mampu menjadikan masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, pemberdayaan, dan solusi bagi masyarakat. (ARA)

Dukung Program Sekolah Imam Indonesia : Klik di sini!