Kampung Qur’an Bromo: Menakar Denyut Dakwah di Tengah Waktu

Kampung Qur’an Bromo: Menakar Denyut Dakwah di Tengah Waktu
Kampung Qur’an Bromo: Menakar Denyut Dakwah di Tengah Waktu

 Kampung Qur’an Bromo: Menakar Denyut Dakwah di Tengah Waktu

Angin pegunungan Bromo berembus pelan ketika aktivitas mulai menggeliat di Musholla Kampung Qur’an PPPA Daarul Qur’an, Desa Sangkapura, Jumat pagi, 30 Januari 2026. Musholla sederhana itu kembali menjadi ruang berkumpul warga hingga tempat doa dipanjatkan, ayat-ayat suci dilafalkan, dan harapan terus dijaga agar dakwah Al-Qur’an tetap hidup di tengah keterbatasan.

Hari itu, musholla menjadi lokasi pelaksanaan assessment program Kampung Qur’an Bromo. Kehadiran Direktur Utama PPPA Daarul Qur’an, Ibu Dwi Kartika Ningsih, bersama Direktur Operasional, Bapak Abdul Sidik, menjadi penanda bahwa keberlanjutan program dakwah di wilayah ini terus menjadi perhatian serius lembaga.

Kampung Qur’an Bromo sendiri lahir dari ikhtiar menghadirkan pendidikan Al-Qur’an di wilayah yang akses pembinaan keislamannya masih terbatas. Sejak berdiri, musholla tersebut bukan sekadar tempat ibadah, melainkan pusat belajar mengaji, ruang pertemuan warga, serta simbol keberadaan komunitas muslim di dua dusun Desa Sangkapura.

Assessment yang dilakukan tim PPPA Daarul Qur’an Jawa Timur memotret kondisi terkini kegiatan mengaji di wilayah tersebut. Data menunjukkan sekitar 30 anak di dua dusun sekitar masih rutin mengikuti kegiatan belajar Al-Qur’an, disertai sekitar 10 ibu-ibu lansia yang setia menghadiri pembelajaran setiap pekannya. Sementara itu, di Musholla PPPA Kampung Qur’an sendiri, santri aktif yang rutin mengaji tercatat sekitar 30 anak.

Namun perjalanan dakwah tidak selalu berjalan lurus. Pada periode sebelumnya, jumlah santri sempat mencapai 65 anak ketika pendampingan berlangsung secara intensif. Dalam setahun terakhir, jumlah tersebut menurun, dipengaruhi keterbatasan tenaga pendamping serta dinamika aktivitas warga yang turut memengaruhi keberlangsungan kegiatan belajar.

Meski begitu, semangat belajar Al-Qur’an belum pernah benar-benar padam. Setiap kali kegiatan berlangsung, anak-anak kembali memenuhi musholla dengan suara lantunan ayat, sementara para ibu lansia tetap hadir dengan kesungguhan belajar yang tak pernah pudar. Kehadiran pimpinan pusat PPPA Daarul Qur’an dalam assessment ini pun menjadi penyemangat baru, sekaligus membuka ruang dialog bersama warga untuk menghidupkan kembali kegiatan pembinaan secara lebih rutin.

Hasil assessment menunjukkan bahwa kegiatan mengaji masih sangat memungkinkan untuk kembali dioptimalkan. Dengan dukungan pendampingan yang berkelanjutan serta penguatan program secara bertahap, denyut pembelajaran Al-Qur’an di Kampung Qur’an Bromo dapat kembali tumbuh sebagaimana sebelumnya.

Komitmen itu ditegaskan kembali oleh PPPA Daarul Qur’an Jawa Timur, yang selama ini terus menjaga silaturahim melalui kunjungan dan pembinaan berkala, setidaknya dua kali dalam setahun, disertai kegiatan sosial dan keagamaan bagi masyarakat sekitar.

Assessment ini pun menjadi momentum refleksi. Kampung Qur’an Bromo mungkin mengalami pasang surut seiring perjalanan waktu, namun musholla kecil di Desa Sangkapura tetap menjadi saksi bahwa dakwah Al-Qur’an masih hidup hingga menunggu untuk kembali dikuatkan, ditumbuhkan, dan dijaga keberlanjutannya bersama umat.

 Oleh: Diah Fitriatus Sholihah S.Sos, M.Ikom- PPPA Daarul Qur'an Jawa Timur