Gubug Reot Ini Jadi Saksi Bisu Lahirnya Para Penghafal Qur'an

Gubug Reot Ini Jadi Saksi Bisu Lahirnya Para Penghafal Qur'an
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran

Marianto atau yang akrab disapa Pak Ian (40) adalah salah seorang warga Dusun Kunduran. Dusun ini merupakan wilayah kecil yang terletak di Kabupaten Blora. Pak Ian tinggal bersama sang istri dan kedua anaknya di sebuah gubug reot berukuran 2 x 1,5 M.

Setiap harinya saat fajar telah menyinsing, ia memulai aktifitasnya dengan menyusuri jalan berpuluh-puluh kilometer seraya menjajakan bubur ayam jualannya. Aktifitasnya yang lain yakni mencari rumput untuk makan ternak sapi tetangga yang dirawatnya.

Sudah 20 tahun Pak Ian dan keluarga tinggal di gubug reot nan sederhana ini. Gubug yang hanya berdindingkan anyaman bambu serta beratapkan genting bekas ini nampak sangat jauh dari kata layak untuk dijadikan sebagai tempat hunian. 

Hanya sebuah kasur, kursi panjang tua, serta beberapa alat dapur saja yang nampak di pojok belakang gubug. Namun tak disangka, gubug sederhana yang sudah reot ini ternyata menjadi tempat lahirnya para generasi penghafal Al-Qur'an.

Gubug milik Pak Ian amat sempit dan seringkali bocor hingga membuat genangan air di dalam ruangan. Namun, hal itu nyatanya tak menyurutkan semangat para santri untuk menimba ilmu bersama Pak Ian, bahkan para santri seringkali mengantri hingga di luar rumah untuk menunggu giliranya mengaji. Semangat inilah yang membuat Pak Ian semakin yakin untuk terus mendakwahkan Al-Qur'an.

Perjuangan menjadi seorang guru ngaji telah ia lakoni sejak 15 tahun silam. Ia tak pernah mengharapkan gaji dari profesinya menjadi guru ngaji. Ia hanya mengharap syafaat di akhirat nanti untuk dirinya dan keluarga. Pak Ian tak pernah mengeluh akan keadaan dan kondisi ekonominya. Ia selalu menanamkan rasa syukur dan cukup kepada anak dan istrinya.

Kegigihan dan semangat Pak Ian, mengantarkan PPPA Daarul Qur'an Semarang untuk bersilaturahim ke gubug sederhanya ini. Selain bersilaturahim,  PPPA Daarul Qur'an Semarang juga menyalurkan bantuan untuk membantu merenovasi gubug sederhanya agar tidak bocor lagi saat hujan tiba. Sehingga baik keluarga maupun para santrinya bisa merasa nyaman berlindung di gubug sederhana yang akan semakin banyak melahirkan generasi penghafal Al-Qur'an ini. []