Muqoddaman dan Doa Bersama, Majelis Memupuk Semangat Menghafal Al-Qur’an

Muqoddaman dan Doa Bersama, Majelis Memupuk Semangat Menghafal Al-Qur’an
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran

Lantunan bacaan Al-Qur’an sudah terdengar sejak pagi ketika kegiatan di Rumah Tahfidz Nur Hidayah sudah dimulai selepas Shubuh. Saat itu juga terdengar riuh santri yang sedang antri untuk menyetorkan hafalan.

Namun pada Rabu (9/6) ini sepertinya jumlah bacaan Al-Qur’an para santri akan semakin banyak, karena pada hari itu diadakan majelis Muqoddaman. Di mana dalam majelis muqoddaman setiap santri akan membaca Al-Qur’an bersama-sama, setiap santri diwajibkan membaca satu Juz yang telah dibagi berurutan dari Juz satu sampai Juz 30.

Sekitar pukul 10.00 WIB acara Muqoddaman dibuka oleh Ustadz Habib Hizbullah, salah satu asatidz Rumah Tahfidz Nur Hidayah. Sekitar 22 santri dan 8 asatidz serta pengurus Rumah Tahfidz Nur Hidayah membaca satu Juz Al-Qur’an. Dibuka dengan bacaan ummul kitab yaitu surah Al-Fatihah secara bersama-sama lalu langsung dilanjut dengan membaca Al-Qur’an masing-masing.

Sebelumnya majelis Muqoddaman seperti ini telah dilaksanakan rutin setiap bulannya, bergilir dari satu rumah tahfidz ke rumah tahfidz lainnya. Ustadz Ulil selaku Koordinator Rumah Tahfidz area Yogyakarta mengatakan jika acara ini sebagai ajang silaturahmi Korda Rumah Tahfidz dengan rumah tahfidz.

“Selain itu, melalui Muqoddaman kita juga dapat melihat capaian bacaan dan hafalan santri karena per rumah tahfidz itu berbeda-beda sehingga bisa jadi perumusan dalam musyawarah kurikulum baik di pihak Korda atau pihak rumah tahfidz,” cerita Ulil suatu ketika dalam perjalanan acara Muqoddaman bulan Maret lalu.

Bacaan Al-Qur’an yang bersahut-sahutan pun semakin keras terdengar menyelimuti seluruh ruangan Aula Rumah Tahfidz Nur Hidayah. Begitu merdu lantunan bacaan Al-Qur'an sampai di luar aula, disertai suara angin yang mulai masuk ke aula membuat suasana semakin sejuk tatkala hari semakin siang. Hingga tepat adzan Dzuhur beberapa santri sudah menyelesaikan bacaannya.

Salah satu santri bernama Annisa amat bahagia karena lebih dulu menyelesaikan bacaannya di antara teman-teman santri putri lainnya. Annisa memang sudah cukup lama menghafal Al-Qur’an di Rumah Tahfidz Nur Hidayah yaitu sejak memasuki bangku Aliyah tiga tahun yang lalu. Annisa pun kini sudah menghafal separo lebih jumlah Juz dalam Al-Qur’an, dan sudah mengajar di beberapa tempat.

"InsyaAllah pengen sampai khatam hafalan disini, rencananya nanti kalau sudah kuliah juga tetap mukim disini," ungkap Annisa yang bercita-cita masuk di jurusan Pendidikan ini.

Setelah selesai pembacaan Al-Qur'an, Ustadz Ulil memberikan sedikit tausiyah untuk kembali memupuk semangat para santri yang kebanyakan masih usia belajar ini. Di tengah momen tersebut, Alfian bertanya kepada Ustadz Ulil, "Bagaimana agar tetap semangat menghafal, apalagi terkadang sering malas di saat-saat tertentu?" tanya Alfian yang langsung disambut gelak tawa teman-teman lainnya sambil membenarkan pertanyaan Fian, menunjukan bahwa hampir semua santri juga mengalami hal yang sama seperti Alfian.

Ustadz Ulil akhirnya memberikan alternatif kepada para santri ketika kemalasan mulai menjangkiti, salah satunya adalah dengan tetap mengingat tujuan dari rumah yaitu untuk tholabul ilmi dan mencari ridho Allah SWT. "Coba kepada teman-teman para santri, ketika sudah mulai malas berkonsultasilah ke guru kalian, bertanya dan minta solusi. Insyaallah akan dapat pencerahan dari ustadz dan ustadzah kalian," tambah Ustadz Ulil.

Alhamdulillah, majelis Muqoddaman itu selesai sebelum adzan Ashar berkumandang. Sebelum semua santri kembali ke kamar masing-masing, doa bersama dilantunkan, juga doa untuk para donatur. Semoga majelis Muqoddaman juga menjadi majelis untuk terus memupuk semangat menghafal para santri serta membawa keberkahan untuk semua. Aamiin. []

Oleh: Umi Nurcahyati, PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta