Mobile Qur'an Datang, Penyintas Gempa Cianjur Senang

Aksi Mobile Qur'an di posko bencana gempa Cianjur. Mobile Qur'an adalah program edukasi dinamis berbasis teknologi dan story telling berbasis tahfidzul Qur’an yang diperuntukkan komunitas, sekolah, majelis taklim, dan masyarakat. Saat terjadi bencana, Mobile Qur'an menjadi sarana psikososial bagi para penyintas.

Mobile Qur'an Datang, Penyintas Gempa Cianjur Senang
Mobile Qur'an Datang, Penyintas Gempa Cianjur Senang
Mobile Qur'an Datang, Penyintas Gempa Cianjur Senang
Beasiswa PPPA Daarul Qur'an
Beasiswa PPPA Daarul Qur'an
Beasiswa PPPA Daarul Qur'an

Lantunan sholawat terdengar di area posko bencana, Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Jum'at (25/11/2022) pagi. Anak-anak seketika keluar dari tenda-tenda darurat dan mencari sumber suara tersebut.

Tampak di depan mereka sebuah mobil dengan desain yang tak biasa, ada speaker, monitor dan buku-buku Islami di dalamnya. Karena penasaran, mereka pun mulai mendekati mobil tersebut meski masih malu-malu.

Alas terpal di depan mobil tersebut akhirnya menjadi tempat duduk bagi mereka. Tak berselang lama, muncul seseorang yang begitu energik dan menyapa mereka, "adik, adik!"

Orang tersebut adalah Kak Toyib dan mobil yang mereka perhatikan sejak tadi merupakan Mobile Qur'an. Aksi Mobile Qur'an pada Jum'at pagi itu menjadi pusat perhatian seluruh penyintas bencana gempa bumi Cianjur yang berada di tenda.

Mobile Qur'an adalah program edukasi dinamis berbasis teknologi dan story telling berbasis tahfidzul Qur’an yang diperuntukkan komunitas, sekolah, majelis taklim, dan masyarakat. Saat terjadi bencana, Mobile Qur'an menjadi sarana psikososial bagi para penyintas.

Dalam kesempatan kali ini, Kak Toyib membawakan cerita yang sangat menginspirasi. Ia berkisah tentang seorang anak sholih yang rajin sholat, mengaji dan berbakti kepada orang tua.

"Yuk, kita sungguh-sunggug mempelajari Al-Qur'an, kita sungguh-sunggug menjaga sholat," seru Kak Toyib kepada anak-anak.

Selain bercerita, Kak Toyib juga mengajak anak-anak untuk menyaksikan tayangan inspiratif. Salah satu tayangan yang ia putar adalah kebesaran Allah yang menciptakan seluruh makhluk di alam semesta.

"Lihat, betapa kecilnya kita dibandingkan Bumi. Dan lihat, betapa kecilnya Bumi dibandingkan dengan pusat tata surya yaitu matahari," kata Kak Toyib menunjuk tayangan tersebut.

Anak-anak pun sangat antusias menyaksikan aksi Kak Toyib. Tidak sedikit dari mereka yang takjub dengan kebesaran Allah melalui tayangan tersebut. Ada juga santri yang beruntung mendapatkan hadiah karena berhasil menjawab pertanyaan dari Kak Toyib.

Salah satu anak yang mendapatkan hadiah adalah Muhammad Santana atau biasa dipanggil Tana. Ia mampu menjawab pertanyaan dari Kak Toyib dengan benar. Karena hal itu, ia pun mendapatkan hadiah berupa Al-Qur'an.

Aksi kemudian dilanjutkan dengan muhasabah. Kak Toyib mengajak anak-anak untuk mengingat kesalahan yang pernah mereka lakukan dan bertaubat kepada Allah. Tidak terkecuali kesalahan yang mereka perbuat kepada kedua orang tua.

Terlebih, pada momen pasca bencana ini menjadi saat-saat yang tepat bagi mereka untuk mendekatkan diri kepada orang tua dan Allah. Tidak hanya anak-anak, remaja dan orang dewasa juga ikut menyaksikan aksi Mobile Qur'an. Mereka sangat menikmati aksi Mobile Qur'an tersebut, sekaligus menjadi sedikit penawar dari kesedihan yang mereka alami akibat bencana.

"Semoga temen-temen segera pulang ke rumahnya masing-masing dan nggak ada lagi musibah yang menimpa kita. Aamiin," pungkas Kak Toyib. []