PPPA Daarul Qur'an Semarang Gelar Pesantren Riyadhoh Secara Daring

PPPA Daarul Qur’an Semarang menggelar Pesantren Riyadhoh secara daring. Riyadhoh online ini dibimbing oleh asaatidz Daarul Qur’an, yaitu Ustadz Dr. A Zaenurrosyid, SHI., MA.

PPPA Daarul Qur'an Semarang Gelar Pesantren Riyadhoh Secara Daring
PPPA Daarul Qur'an Semarang Gelar Pesantren Riyadhoh Secara Daring
PPPA Daarul Qur'an Semarang Gelar Pesantren Riyadhoh Secara Daring
beasiswa-idaqu
beasiswa-idaqu
beasiswa-idaqu

PPPA Daarul Qur’an Semarang menggelar Pesantren Riyadhoh secara daring. Riyadhoh online ini dibimbing oleh asaatidz Daarul Qur’an, yaitu Ustadz Dr. A Zaenurrosyid, SHI., MA.

Acara ini berlangsung selama 40 hari, dimulai pada 11 Februari hingga 22 maret yang lalu. Pada pembukaan yang dilaksanakan pada Kamis (10/2) kegiatan ini diisi dengan kajian serta pengantar terkait pelaksanaan riyadhoh.

Riyadhoh dapat dimaknai dengan meningkatkan intensitas ibadah kepada Allah dengan melaksanakan ibadah wajib, sunnah dan meninggalkan perbuatan maksiat. Keistiqomahan repitisi (pengulangan) visualisasi, afirmasi, doa-doa, dan amalan-amalan, sangat diperlukan. Ibarat pisau, yang harus terus diasah hingga tajam dan bisa digunakan dengan hebat.

Selama 40 hari jamaah diajak untuk konsen, fokus, ngebenahin, ngebenerin, amalan yang wajib, mengidupkan amalan2 yang sunnah. dan nantinya setiap 10 hari akan diadakan evaluasi secara berkala guna menjaga semangat jamaah dalam menjalankan riyadhoh ini.

“Seseorang yang melaksanakan riyadhoh atau amalan untuk mendekatkan diri kepada Allah haruslah dilakukan dengan bersungguh-sungguh. Ketika seorang hamba ingin mendekatkan diri kepada Allah, tetapi tidak melakukan amalan ibadah, maka itu hanya akan menjadi angan-angan saja,” ujar Ustadz Zaenurrosyid saat menyampaikan materi kajian

Katrin Linteni salah satu jamaah mengungkapkan “Saya sangat semangat dan senang sekali dapat mengikuti riyadhoh ini, berharap dapat meningkatkan intensitas dalam menjalankan ibadah kepada Allah serta istiqomah sehingga dapat mengurangi kebiasaan yang menyia-menyiakan waktu dengan percuma.”

Oleh: Benny, PPPA Daarul Qur’an Semarang