Program Tahfidz Intensif Batch 5 PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta Resmi Dibuka

Program Tahfidz Intensif Batch 5 PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta Resmi Dibuka
beasiswa-idaqu
beasiswa-idaqu
beasiswa-idaqu

Program Tahfidz Intensif Batch 5 resmi dibuka pada hari Kamis, 2/6 lalu. Pembukaan dilaksanakan di Grha Tahfidz yang terletak di Candiwinangun, Sleman, DIY. Tahfidz Intensif diperuntukkan bagi mereka yang ingin menghafal Qur’an dengan masa waktu 3 atau 6 bulan dan dengan pilihan program Ziyadah 30 juz atau Itqon 30 juz. Para santri akan lebih fokus dalam menyelesaikan hafalan melalui program Tahfidz Intensif. Selain itu, Tahfidz Intensif juga memiliki beberapa keunggulan mulai dari suasana menghafal yang kondusif dan terpantau dengan baik, assatidz yang telah tersertifikasi oleh BNSP, partner dalam menghafal serta metode menghafal yang efektif.

Dalam pembukaan program Tahfidz Intensif Batch 5 tersebut tampakh hadir Ustazah Dian dan Ustazah Ranny selaku assatidz; kemudian Maulana Kurnia Putra, selaku Regional Manager 2; Ramadani, selaku Kepala Cabang PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta. Kemudian agenda pembukaan ini juga dihadiri oleh Sulistiono, selaku Kepala Cabang PPPA Daarul Qur’an Malang; Ustad Ahmad Fahrurrozi, selaku Direktur Pesantren Tahfidz Daqu Malang. Pada Batch 5 ini, sebanyak 12 santri telah mendaftar. Tujuh santri sudah hadir langsung di lokasi, sisanya mengikuti secara online dikarenakan kondisinya belum datang ke Yogyakarta.

Agenda dimulai pada pukul 10.00 waktu setempat hingga menjelang dhuhur. Salah satu rangkaian agendanya adalah pembekalan program Tahfidz Intensif yang diisi oleh Ustad Muhammad Bisyri, selaku Direktur LSP Daarul Qur’an. Dalam penyampaiannya, Ustad Bisyri berpesan agar kita semua khususnya para santri senantiasa bersungguh-sungguh mengukuhkan niat untuk menjadi Hamalatul Qur’an. Hamalatul Qur’an adalah orang yang senantiasa membawa Al-Qur’an kemanapun ia pergi. Allah memberikan jaminan husnul khotimah bagi mereka yang sungguh-sungguh mempelajari dan mengamalkan nilai-nilai dalam Al-Qur’an.

Hal selaras juga disampaikan oleh Ramadani, selaku Kepala Cabang PPPA Daarul Qur’an yaitu agar para santri menanamkan sifat amanah. Menjaga dan menuntaskan sampai akhir hafalan Qur’an. Kemudian, setelah keluar dari sini keyakinannya akan Qur’an harus selalu dibawa dan di syiarkan. Seluruh assatidz dan yang semua yang terlibat dalam program ini berharap akan terciptanya kader-kader yang istiqomah membumikan dan mendakwahkan Al-Qur’an serta membawa kemaslahatan bagi umat.