Abah Husin, Pelopor Guru Ngaji yang Masih Istiqamah di Usia Senja

Abah Husin, Pelopor Guru Ngaji yang Masih Istiqamah di Usia Senja
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran

Senyum Abah Husin merekah seiring kedatangan PPPA Daarul Qur'an di kediamannya di Kampung Sangku, Desa Awilega, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (7/5). 

Dalam kesempatan ini, PPPA Daarul Qur'an mengemban misi untuk menyalurkan bantuan berupa paket sembako dalam program Berbagi Senyum Lebaran (BSL) kepada guru ngaji. Paket sembako ini diberikan sebagai bentuk simpati PPPA Daarul Qur'an dan para donatur atas kegigihan mereka dalam mengajar ngaji, termasuk Abah Husin.

Abah Husin, begitu warga kampung memanggilnya, adalah sesepuh kampung sekaligus tokoh masyarakat yang menjadi pelopor guru ngaji di wilayahnya. Terhitung sudah lebih dari 30 tahun ia mendedikasikan ilmunya untuk anak-anak di sana.

Usianya kini sudah menginjak 80 tahun. Anak, cucu dan cicitnya pun sudah banyak. Namun, semangat untuk menebarkan nilai-nilai Al-Qur'an tidak pernah surut. Setiap ba'da Maghrib ia rutin mengajar ngaji anak-anak yang datang ke rumahnya. Tak jarang, ia pun harus berkeliling menghampiri tempat demi tempat berkumpulnya anak-anak.

Abah tidak memiliki aktivitas selain mengajar ngaji kecuali bertani. Kendati demikian, ia tidak membebankan bayaran kepada siapapun yang belajar Al-Qur'an kepadanya.

"Teu matok itu mah, tapi biasanya ada aja yang ngasih dari warga, alhamdulillah, abah terima," ucapnya dengan bahasa Sunda yang kental.

Semua itu sebab niat mulia yang sudah tertanam dalam hati Abah Husin sejak dahulu. Ia mengaku memilih menjadin guru ngaji lantaran ingin menyalurkan ilmunya yang didapatkan sewaktu nyatri (belajar di pondok pesantren).

"Abah dulu ngaji di pesantren, kasih tahu aja ilmu yang masih inget, orang yang teu pesantren mah kan ada aja yang belum tahu," tuturnya.

Semangat dan ilmu Abah Husin sudah banyak diturunkan kepada anak-cucunya. Salah satunya Ibnu Sobirin (30) yang merupakan cucu Abah Husin dan kini membantu sang kakek menjadi guru ngaji.

"Abah mah udah dari dulu ngajar ngaji di sini, istilahnya udah jadi tokoh masyarakat di kampung sini, nah saya ini cucunya beliau," ucapnya.

Sama halnya seperti Abah Husin, Sobirin juga menjadi salah seorang guru ngaji yang medapatkan bantuan berupa paket sembako. Tak hanya Abah Husin dan Sobirin, paket sembako kali ini juga diberikan kepada sejumlah guru ngaji dan masyarakat dhuafa. (dio)