Adit Ingin Ibunya Sembuh dari Tumor

Adit Ingin Ibunya Sembuh dari Tumor
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran

Betapa sedihnya Aditya Halim (34) melihat kondisi ibu tercinta terbaring di rumah sakit. Pasalnya sang ibu, Meike Megawati Lababu (65) kini tengah mengidap tumor.

Adit, sapaan akrabnya, tinggal di Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, bersama sang ibu dan kedua adiknya. Sang ayah telah lebih dahulu wafat beberapa tahun silam.

Dalam sebuah kesempatan Adit menceritakan kisah ibunya hingga saat ini menderita tumor. "Awalnya, sekitar 10 tahunan yang lalu, ibu sempet jatuh dan dadanya terbentur, sejak saat itu ibu sering mengeluh sakit di bagian dada," jelas Adit.

Ia melanjutkan, tak lama setelah kejadian tersebut muncul benjolan kecil di dada sang ibu. Benjolan tersebut semakin besar setiap waktunya. Hingga kini benjolan itu sudah sebesar kepala orang dewasa.

"Jadi, benjolan itu terus membesar, tahun 2020 lalu sebesar kepalan orang dewasa, tapi sekarang tambah besar sampai sebesar kepala orang dewasa," tuturnya.

Melihat kondisi sang ibu yang memprihatinkan, Adit sering membawa ibunya ke  rumah sakit. Saat ini, ibunya tengah dirawat di Rumah Sakit Siloam. 

Meski telah dirawat, tenaga medis tak dapat melakukan operasi kepada ibunya karena ukuran tumor yang sudah begitu besar. Tak hanya tumor yang muncul di kulit, namun juga tumor yang tumbuh di bagian dalam tubuh ibunya. Sebagai upaya pengobatan, dokter menyarankan agar ibunya terus mengkonsumsi obat.

"Kata dokter juga belum bisa dilakukan penanganan lebih lanjut karena tumor ibu sudah besar, bahkan yang di dalam. Jadi, selain di luar, ternyata tumornya juga tumbuh di dalam, dan itu yang membuat dokter masih berpikir lagi," ungkapnya.

Biaya pengobatan yang tak sedikit membuat Adit harus berpikir keras membiayai perawatan ibunya. Terlebih saat ini dirinya sudah tak bekerja. Begitu pula dengan kedua adiknya.

"Semenjak pandemi Covid-19 kemarin, ya saya sudah nggak kerja lagi, karena saya kerja di pariwisata, dan wisata tutup, jadi masih nganggur," ucapnya.

Tak sampai di situ, kebutuhan hidup sehari-hari pun harus ia pikirkan. Biaya kontrakan, listrik, makan, dan lain sebagainya dapat mencapai Rp 4,5 juta lebih setiap bulannya.

Mengetahui kisah Adit, pada Rabu (25/8) lalu, PPPA Daarul Qur'an menyalurkan bantuan biaya pengobatan untuk ibunya. Harapannya sang ibu dapat segera pulih dan terlepas dari segala macam penyakit.

"Kalau saya harapannya simpel, yang penting semua sehat, saya bisa kerja lagi, bisa cari uang buat biaya tempat tinggal, makan, dan lain sebagainya," pungkasnya. 

Klik di sini untuk donasi!