Bantuan Susu Formula untuk Bayi Prematur di Posko Bencana PPPA Daarul Qur'an

PPPA Daarul Qur'an menyalurkan perlengkapan bayi berupa popok dan susu formula pada Jum'at (25/11/2022) pagi. Namun berbeda dari biasanya, PPPA Daarul Qur'an kali ini memberikan susu formula khusus untuk bayi prematur.

Bantuan Susu Formula untuk Bayi Prematur di Posko Bencana PPPA Daarul Qur'an
Beasiswa PPPA Daarul Qur'an
Beasiswa PPPA Daarul Qur'an
Beasiswa PPPA Daarul Qur'an

PPPA Daarul Qur'an menyalurkan perlengkapan bayi berupa popok dan susu formula pada Jum'at (25/11/2022) pagi. Namun berbeda dari biasanya, PPPA Daarul Qur'an kali ini memberikan susu formula khusus untuk bayi prematur.

Mengingat, ada satu bayi yang terlahir prematur di posko bencana PPPA Daarul Qur'an. Bayi tersebut berada di tempat terpisah dari penyintas bencana lainnya.

Direktur Marketing dan Komunikasi PPPA Daarul Qur'an Dwi Kartika Ningsih memberikan langsung bantuan tersebut kepada Sunsun. Ia merupakan ibu dari bayi tersebut.

Anak kedua Sunsun yang bernama Sanum terlahir prematur saat usia kandungan 8 bulan. Berat badannya saat lahir pun hanya 1,5 kilogram saja.

Selain meminum ASI, Sanum juga harus mengkonsumsi susu formula khusus bayi prematur. Sementara ketersediaan susu tersebut sangat sulit didapatkan terutama pasca bencana.

Tim Sigab PPPA Daarul Qur'an membawakan langsung susu tersebut dari Jakarta. Ada dua kaleng susu yang diberikan kepada Sanum.

Saat penyerahan, Sanum terlihat sedang tidur. Sementara ayahnya yaitu Ubaidillah terbaring di samping Sanum. 

Ubaidillah ternyata merupakan penyintas bencana yang tertima reruntuhan bangunan rumahnya sendiri saat terjadi gempa bumi. Kondisinya terlihat masih lemas dan harus dibantu infus. Menurutnya, kondisi tersebut sudah lebih baik dibandingkan beberapa hari yang lalu.

Sunsun sangat senang menerima bantuan susu formula tersebut. Sebelumnya, ia sempat mencoba merk lain, namun ternyata tak cocok dengan Sanum.

"Kemarin pas udah habis, sempet beli yang lain, katanya bisa juga buat bayi prematur. Tapi ternyata BAB Sanum malah jadi encer," tutur Sunsun.

Kini ia bersyukur karena telah mendapatkan susu formula untuk Sanum. Apalagi melihat pertumbuhan Sanum semakin membaik. Kini, berat badannya telah naik dua kali lipat sejak dilahirkan.

"Alhamdulillah, sekarang Sanum sudah tiga bulan, berat badannya juga sudah naik jadi tiga kilomgram," imbuhnya.

Sanum beraharap, anaknya dapat tumbuh seperti anak-anak pada umumnya tanpa kurang suatu apapun. Ia juga menyampaikan terima kasihnya kepada PPPA Daarul Qur'an. []