Cahaya Hikmah Bulan Rajab

Bulan Rajab, salah satu dari bulan suci dalam kalender Islam, memancarkan cahaya hikmah dan keberkahan. Saat kita memasuki bulan ini, mari merenung pada nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya, sehingga kita dapat mengambil manfaat sebanyak mungkin dari momen berharga ini.

Cahaya Hikmah Bulan Rajab
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran

Bulan Rajab, salah satu dari bulan suci dalam kalender Islam, memancarkan cahaya hikmah dan keberkahan. Saat kita memasuki bulan ini, mari merenung pada nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya, sehingga kita dapat mengambil manfaat sebanyak mungkin dari momen berharga ini.

Allahumma barik lana fi rajaba wa sya'bana, wa ballighna Ramadhana”. Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya'ban, dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadlan. Doa tersebut selalu dipanjatkan ketika memasuki bulan rajab hingga bulan suci ramadhan.

Rajab memiliki makna keagungan atau kemuliaan. Kata "Rajab" berasal dari lafaz tarjib, yang artinya 'mengagungkan' atau 'memuliakan' (ta'zhim). Dalam konteks al-Quran, bulan Rajab termasuk sebagai salah satu dari empat bulan suci yang dihormati (Asyhurul Hurum).

Keempat bulan ini dijelaskan dalam QS. At-Taubah [9] ayat 36 sebagai bulan yang dihormati secara agama, dan dalam QS. Al-Baqarah [2] ayat 217, serta hadis Rasulullah yang merinci nama-nama bulan. Rajab ditempatkan di pertengahan antara Jumada (Tsaniyah) dan Sya’ban.

Bulan-bulan suci, termasuk Rajab, diberkahi oleh Allah dan dianggap sebagai bulan-bulan yang harus dihormati. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan amal kebaikan, dengan janji pahala yang dilipatgandakan untuk setiap kebaikan yang dilakukan.

Tafsir QS. At-Taubah ayat 36, oleh Imam Ibnu Katsir, menjelaskan bahwa sanksi untuk perbuatan dosa pada bulan-bulan suci jauh lebih berat daripada bulan-bulan lainnya, kecuali bulan suci Ramadhan. Sebaliknya, amal shalih pada bulan-bulan suci mendapatkan pahala yang lebih besar, kecuali Ramadhan.

Rajab juga dikenal sebagai bulan mustajab, di mana doa munajat di malam awal Rajab dikabulkan oleh Allah. Ini merupakan salah satu dari lima malam mustajab, seperti yang dikatakan oleh Imam Syafi’i.

Bulan Rajab penuh keutamaan, dengan sejumlah penamaan seperti 'al-Ashab' dan 'As-Asham'. Bulan ini dianggap sebagai bulan kucuran rahmat bagi mereka yang bertaubat. Rajab juga disebut sebagai bulan berniaga dan memiliki waktu yang penuh kemakmuran, dengan para peniaga diingatkan untuk memanfaatkan kesempatan ini.

Syekh Abdul Qadir Jailani dan Imam Abdul Hamid Al-Makki menekankan kekhususan bulan Rajab. Menurut mereka, bulan ini ditandai dengan limpahan ampunan, syafaat, dan keutamaan tertentu, seperti pembebasan dari api neraka.

Maka, di bulan Rajab, umat Islam diharapkan bersungguh-sungguh dalam amal kebaikan dan doa, mengambil manfaat dari keutamaan bulan ini serta memanfaatkan waktu yang penuh kemakmuran. Semua ini mencerminkan pentingnya menghormati dan memuliakan bulan Rajab sebagai bagian dari ketaatan kepada ajaran Islam.

wallahu a'lam bishawab