Dari KUA, Ikhtiar Kemandirian Ekonomi Umat Dimulai

Dari KUA, Ikhtiar Kemandirian Ekonomi Umat Dimulai
vickypedulidisabilitas
vickypedulidisabilitas
vickypedulidisabilitas

Kantor Urusan Agama (KUA) selama ini lekat dengan urusan pernikahan dan pelayanan keagamaan. Namun, peran tersebut kini terus diperluas. Dari ruang-ruang KUA, sebuah ikhtiar baru untuk menguatkan kemandirian ekonomi umat mulai digerakkan melalui Program Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis KUA (PU KUA) yang diinisiasi oleh Laznas PPPA Daarul Qur’an bersama Kementerian Agama (Kemenag) RI dan Kantor Urusan Agama (KUA).

Program tersebut dilaksanakan secara serentak pada Selasa, 8 September 2026, di tiga titik implementasi, yakni KUA Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat; KUA Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah; serta KUA Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta.

Bukan sekadar pelatihan, program ini menjadi ruang bagi para pelaku UMKM binaan untuk melihat kembali usaha mereka sebagai jalan menuju kemandirian. Para penerima manfaat mendapatkan pelatihan business plan dan pendampingan manajemen usaha, agar usaha yang selama ini dijalankan secara sederhana dapat memiliki arah pertumbuhan yang lebih terukur dan berkelanjutan.

Direktur Program Laznas PPPA Daarul Qur’an Zainal Umuri mengatakan, pemberdayaan ekonomi merupakan bagian penting dari ikhtiar mengubah kehidupan masyarakat secara berkelanjutan. Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak semestinya berhenti pada pemenuhan kebutuhan, tetapi harus mampu menjadi pijakan agar penerima manfaat dapat tumbuh dan mandiri.

“Kami ingin zakat dan wakaf tidak hanya hadir untuk membantu masyarakat melewati kesulitan hari ini, tetapi juga menjadi jalan agar mereka memiliki kekuatan ekonomi untuk menata masa depan. Harapannya, para mustahik yang kita dampingi hari ini suatu saat dapat tumbuh menjadi muzaki yang kembali memberi manfaat bagi orang lain,” ujar Zainal.

Di setiap lokasi, rangkaian kegiatan juga ditandai dengan penandatanganan simbolis nota kesepahaman/kerja sama antara KUA, Kemenag setempat, dan Laznas PPPA Daarul Qur’an. Momentum ini menjadi penegasan bahwa pemberdayaan ekonomi umat membutuhkan kolaborasi yang tidak berhenti pada seremoni, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan dan kerja nyata di tengah masyarakat.

Ketua KUA Kecamatan Sukaraja, Sepullah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Agama dan Laznas PPPA Daarul Qur’an yang telah menghadirkan program pemberdayaan bagi para pelaku UMKM di wilayah Sukaraja. Menurutnya, kehadiran program tersebut memberikan ruang dan kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi yang mereka miliki.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Agama dan Laznas PPPA Daarul Qur’an yang telah membantu dan memberikan perhatian kepada para pelaku UMKM di wilayah Sukaraja. Mudah-mudahan program ini dapat memberikan manfaat yang besar, meningkatkan perekonomian masyarakat, dan usaha para penerima manfaat bisa semakin berkembang ke depannya,” ujar Saepudin.

Ikhtiar tersebut kemudian dilanjutkan melalui field visit. Tim gabungan mendatangi langsung tempat usaha para penerima manfaat untuk melihat kondisi usaha, menggali potensi, memahami kebutuhan, sekaligus memetakan tantangan yang mereka hadapi. Dengan turun langsung ke lapangan, program tidak hanya berbicara tentang teori usaha, tetapi hadir menyentuh kehidupan para pelaku UMKM.

Salah satu penerima manfaat, Ibu Santi, pedagang keripik singkong dan pangsit, menyampaikan rasa syukurnya karena mendapat kesempatan untuk mengikuti program pemberdayaan tersebut. Baginya, pendampingan yang diberikan menjadi tambahan pengetahuan sekaligus semangat untuk mengembangkan usaha yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarganya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Laznas PPPA Daarul Qur’an, Kemenag, dan KUA yang sudah memberikan perhatian dan kesempatan kepada kami. Banyak hal yang saya dapat, terutama bagaimana mengembangkan usaha supaya lebih baik. Semoga usaha saya bisa semakin maju dan bisa terus memenuhi kebutuhan keluarga,” tutur Ibu Santi.

Program PU KUA lahir dari semangat untuk ikut mengintervensi kemiskinan sekaligus memperkuat fungsi KUA sebagai pusat pemberdayaan masyarakat di tingkat kecamatan. Melalui pendekatan berbasis zakat dan wakaf produktif, bantuan diharapkan tidak berhenti sebagai pemenuhan kebutuhan sesaat, tetapi menjadi modal yang mampu menggerakkan ekonomi penerima manfaat.

Lebih jauh, program ini membawa sebuah cita-cita besar: mengubah posisi mustahik menjadi muzaki. Mereka yang hari ini menerima manfaat diharapkan kelak memiliki usaha yang tumbuh, pendapatan yang meningkat, dan kemampuan untuk berbagi kepada sesama. Dengan demikian, zakat tidak hanya menjadi instrumen untuk meringankan beban, tetapi juga menjadi kekuatan untuk memutus mata rantai kemiskinan.

Melalui sinergi Laznas PPPA Daarul Qur’an, Kemenag, dan KUA, pemberdayaan ekonomi umat diharapkan dapat tumbuh dari akar rumput. Sebab, membangun kesejahteraan bukan hanya tentang memberikan bantuan, melainkan menyalakan kemampuan agar masyarakat mampu berdiri dengan kekuatannya sendiri.

Dari KUA, ikhtiar itu dimulai. Dari usaha-usaha kecil yang terus didampingi, diharapkan tumbuh keluarga yang lebih mandiri, ekonomi yang lebih kuat, dan pada akhirnya lahir para muzaki baru yang kembali menguatkan umat melalui zakat dan kebaikan. (ARA)