Doa Pereda Rindu Citra

Citra Mutiara adalah santri yang duduk di kelas 4 SD Al Islam Yogyakarta. Citra, sapaan akrabnya adalah seorang santri yang sudah ditinggal ayah dan ibunya sejak usia 5 tahun. Mendiang ibu Citra meninggal ketika ia berusia 3 tahun, karena sakit yang dideritanya.

Doa Pereda Rindu Citra
Doa Pereda Rindu Citra
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran

Citra Mutiara adalah santri yang duduk di kelas 4 SD Al Islam Yogyakarta. Citra, sapaan akrabnya adalah seorang santri yang sudah ditinggal ayah dan ibunya sejak usia 5 tahun. Mendiang ibu Citra meninggal ketika ia berusia 3 tahun, karena sakit yang dideritanya.

Selang 17 bulan sepeninggal mendiang ibu, sang ayah yang menderita kelenjar getah bening berikhtiar untuk sembuh. Mulai dari pengobatan tradisional hingga melalui medis. Mendiang ayah Citra pernah melakukan beberapa kali operasi dengan harapan bisa sembuh dan dapat mengurus dua putrinya tetapi takdir berkehendak lain. 

Kini Citra dan kakaknya tinggal bersama budhe (kakak mendiang ibunya Citra). “Kalo di rumah itu sama budhe, pakdhe, budhe Lastri dan kak Cika, kadang-kadang ada mas Alfa,” jelas Citra.

Qodarullah budhe Citra belum dikarunia anak selama pernikahannya. Alhasil Citra dan saudaranya kemudian diasuh oleh budhenya tersebut. Ketika libur sekolah Citra pergi ke Semarang untuk menjaga silaturahmi dengan keluarga mendiang ayahnya sekaligus berziarah ke makam mendiang Ayahnya.

“Aku kalau kangen Ayah sama Ibu itu berdoa mbak,” tutur Citra sambil tersenyum mesti tubuhnya masih lemas karena demam.   

Citra adalah sosok santri yang aktif mengikuti lomba-lomba. Ia beberapa kali mewakili sekolah maupun TPA untuk lomba pildacil, tartil, dan hafalan surat hingga menjadi salah satu narasumber di radio. Tiga bulan lalu Citra baru saja mengikuti lomba MTQ cabang tartil Qur’an mewakili sekolahnya.

“Pas lomba kemarin cuma dapet juara 6 karena pas lomba itu badannya masih panas,” Citra sedikit bercerita.

Citra memang sering demam, curiga budhe Citra penyebab demam tersebut karena adanya benjolan di tangan Citra. Akan tetapi, Citra tidak pernah mengeluhkan sakit karena benjolannya. “Ini cuma benjol aja kok mbak, nggak sakit. Kalo dipegang juga nggak sakit,” jelas Citra sambil menunjukkan benjolan di tangannya. Benjolan di tangan Citra sudah hampir 1 tahun tetapi bude Citra belum pernah memeriksakannya ke rumah sakit. 

Pada Jumat (13/1) sore lalu tim PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta yang bersinergi dengan Serambi Gotong Royong (Segoro.id) dan Kitabisa.com berkunjung ke rumah Citra di Tambakbayan, Caturtunggal, Depok, Sleman. Senyum bahagia Citra berbinar ketika mendapat bingkisan yang berisi seragam sekolah, buku, alat tulis, sepatu, dan uang saku.

“Alhamdulillah dapat rezeki, kemarin minta sepatu sama budhe,” ungkap kebahagiaan Citra.

Semoga dengan adanya bingkisan tersebut dapat memupuk semangat belajar Citra dan terus menghafal Al-Qur’an. Tak lupa ucapan terimakasih dihaturkan oleh Budhenya Citra, “Terima kasih banyak mas mbak, semoga berkah dan sehat selalu buat para donatur,” tutur budhe.