Jejak Cahaya di Jalan Panjang, 19 Tahun Bertumbuh dan Berdampak
Laznas PPPA Daarul Qur’an menggelar Milad ke 19 tahun dengan tema “Manfaat Tanpa Batas”. Acara berlangsung di Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang pada Kamis, 2 April 2026.
Direktur Utama Laznas PPPA Daarul Qur’an Dwi Kartika Ningsih dalam sambutannya menyampaikan bahwa lembaganya telah menyalurkan bantuan kepada lebih dari 9,4 juta jiwa penerima manfaat selama 19 tahun ini. Yang tersebar, melalui lima pilar program besar yakni pendidikan, dakwah, kesehatan, sosial dan ekonomi serta kesehatan.
“Berbagai program yang digulirkan tak hanya sekadar aktivitas menghafal Qur’an melainkan impian besar yang mampu menjadi penggerak perubahan dan peradaban umat di lima benua. Program kami telah tersebar di empat benua dan 15 negara, 31 provinsi dan 32 kabupaten/kota di Indonesia telah merasakannya. Inilah yang kami maknai sebagai #ManfaatTanpaBatas. Manfaat yang melampaui batas geografi, batas waktu bahkan batas yang tak bisa kita bayangkan,” ujarnya.
Ia mengatakan, dalam perjalanan panjang 19 tahun ini juga lembaganya telah mengentaskan buta aksara Al-Qur’an kepada 3,3 juta jiwa penerima manfaat. Dan terus berkembang hingga menyentuh sahabat disabilitas tunanetra dan tunarungu. Hingga meluncurkan program Tuli Mengaji pada 2024 silam.
“Alhamdulillah atas izin Allah dan dukungan semua pihak capaian kinerja saat ini sebanyak 3.462 jiwa penerima manfaat telah mendapatkan akses belajar Al-Qur’an isyarat, 509 jiwa diantaranya telah menjadi pengajar atau pendidik pembelajaran inklusif standar (LPMQ) Kementerian Agama Republik Indonesia. Sebanyak 2.310 mushaf isyarat telah dicetak dan disebarkan. Juga sebanyak 2.152 paket bantuan pendidikan bagi sahabat tunarungu/teman tuli,” tuturnya.
Sementara itu pada tahun 2025 kata Dwi, Laznas PPPA Daarul Qur’an meluncurkan program Akademik Guru Al-Qur’an. Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi, profesionalisme dan standarisasi mutu guru Al-Qur’an melalui diklat serta uji sertifikasi lisensi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Republik Indonesia (BNSP RI).
“Potret kinerja sejak Januari sampai dengan September 2025 sebanyak 635 guru lolos kompeten, menjangkau 15 provinsi berkomitmen pada lima indikator Sustainable Development Goals (SDGs) dan pemenang Platinum Awards dari Zakat Awards 2025,” ungkap Dwi.
Secara sosiologis ujar Dwi, kehadiran Kampung Qur’an yang didirikan lembaganya di berbagai lokasi telah menginjeksi energi baru dalam struktur masyarakat. Meningkatkan modal sosial masyarakat yang sempat terkoyak bencana. Pada tahun 2020 Center of Islamic Busisness and Economic Studies dari Intitut Pertanian Bogor (IPB) melakukan kaji dampak perfoma Kampung Qur’an PPPA Daarul Qur’an periode 2011 hingga 2020 terhadap empat kampung Qur’an di Indonesia Timur.
“Analisis dampak ini memotret kenaikan indeks spiritual sebesar 5,32% dan kepuasan stakeholder penerima manfaat mencapai 97.09%,” jelasnya.
Pada usia ke 19 tahun ini juga atas dukungan dari para donatur dan berbagai elemen, lembaganya telah meraih apresiasi dari banyak pihak. Mulai dari rekor muri dunia di tahun 2013 yang menjadi saksi sejarah menjamurnya rumah tahfizh dan tumbuhnya para penghafal Al-Qur’an. Transparansi dan profesionalitas kerja dibuktikan dengan hasil audit KAP External dengan predikat WTP 18 kali berturut-turut.
Laznas PPPA Daarul Qur’an terang Dwi, juga menjaga standarisasi mutu hingga meraih ISO 9001:2015 sejak 2021 hingga hari ini. Pengakuan dan pengharagaan dari Badan Amil Zakat Nasional RI di tahun 2024 dan 2025. Apesiasi publik yang digagas oleh Indonesia Fundraising Award dari Institut Fundraising Indonesia.
“Kami juga meraih berbagai penghargaan sejak 2021 hingga 2025. Zakat award dua tahun berturut-turut atas apresiasi kinerja program yang berdampak. Dan penghargaan profesional kerja atas kemitraan bersama Badan Pengelola Keuangan Haji RI, Laznas PPPA Daarul Qur’an meraih Juara 1 Mitra Terbaik tahun 2025,” ujarnya.
Pada kesempatan ini, Laznas PPPA Daarul Qur’an juga melaunching program Sekolah Imam Indonesia (SII) untuk mencetak kader pemimpin komunitas dengan kompetensi ilmu agama, manajerial dan dakwah sosial yang mampu menjembatani kedalaman ilmu agama dengan manajemen strategis dan pemberdayaan masyarakat. “Melahirkan kader dengan kompetensi imam, manajemen masjid dan pemimpin perubahan untuk umat berdaya dan berintegritas,” tuturnya.
Lembaganya juga merilis buku yang berjudul : Jejak Cahaya di Jalan Panjang, 19 Tahun Tumbuh dan Berdampak.
“Inilah ruh dari seluruh gerak dakwah kita. Setiap rupiah yang diamanahkan para donatur, setiap jam yang dikorbankan para Sumber Daya Insani dan relawan kami, setiap hafalan yang terucap dari bibir para santri, semuanya adalah manifestasi nyata dari #ManfaatTanpaBatas yang mengalir dari Al-Qur’an mulia. Kami mencatatnya dalam karya buku terbaru kami. Ini merupakan inspirasi dari para pimpinan kami di Daarul Qur’an yang senang membuat buku,” ucapnya.
Turut hadir dalam acara ini Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Republik Indonesia Waryono Abdul Ghafur, Asisten Daerah Kota Tangerang Deni Koswara, Sekretaris Umum MUI Kota Tangerang KH. Misbahul Munir, para pimpinan Daarul Qur’an, stake holder dari berbagai institusi dan lembaga serta pada donatur juga penerima manfaat.
Laznas PPPA Daarul Qur’an juga memberikan apresiasi berupa penghargaan kepada donatur, mitra serta media yang telah mendukung dakwah tahfizhul Qur’an dan berbagai program kebermanfaatan yang digulirkan selama 19 tahun ini. (ARA)






