Ketua YDQN : 19 Tahun, Impian Kami Semakin Besar Menjadikan Al-Qur’an Sebagai Fondasi Peradaban
Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) PPPA Daarul Qur’an memasuki usia ke-19 tahun pada 29 Maret 2026. Perayaan Milad yang bertema "Manfaat Tanpa Batas" ini digelar di Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang pada Kamis, 2 April 2026.
Ketua Yayasan Daarul Qur’an Nusantara Ustadz Muhammad Anwar Sani dalam sambutannya mengenang perjalanan Laznas PPPA Daarul Qur’an yang menurutnya penuh dengan cerita mengharukan dan membanggakan.
“Saya masih ingat bagaimana awal-awal lembaga ini berdiri dengan banyaknya keterbatasan, namun dipenuhi oleh satu modal yang tidak ternilai yaitu keikhlasan. Keikhlasan para pendiri, keikhlasan para penggerak, keikhlasan para donatur, dan keikhlasan jutaan jiwa yang mempercayakan amanah mereka kepada kita,” ujar Ustadz Sani sapaan akrabnya.
Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak dapat membuat Laznas PPPA Daarul Qur’an semakin berkembang sampai saat ini. Dengan bentuk nyata melalui program-program pendidikan, dakwah, kemanusiaan, sosial ekonomi dan kesehatan yang telah menyentuh 9,4 juta jiwa di empat benua dan 15 negara. “Ini bukan sekadar angka statistik ini adalah wajah-wajah nyata, kehidupan-kehidupan nyata yang telah disentuh oleh kasih sayang Allah melalui tangan-tangan kita bersama,” tutur Ustadz Sani.
Atas nama Yayasan Daarul Qur'an Nusantara, ia menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh mitra perusahaan dan donatur setia yang telah membersamai perjalanan panjang lembaganya.
“Setiap rupiah yang Bapak/Ibu amanahkan tak hanya jadi program dan kegiatan, tapi ia menjelma menjadi hafalan Al-Qur'an di dada para santri, senyum anak-anak yang kembali bisa bersekolah, harapan keluarga-keluarga yang kembali bangkit. Bapak/Ibu adalah bagian tak terpisahkan dari setiap kebaikan yang mengalir dari Daarul Qur'an. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan Bapak/Ibu dengan kebaikan yang berlipat-lipat, dunia maupun akhirat,” harap Ustadz Sani.
Ia mengatakan, visi besar Yayasan Daarul Qur'an ke depan adalah menjadikan Al-Qur'an sebagai fondasi peradaban, bukan hanya di Indonesia, tetapi di seantero dunia. Impian lembaganya adalah terus melahirkan generasi-generasi Al-Qur'an yang tidak hanya hafal, tetapi juga memahami, mengamalkan, dan menyebarkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam setiap sendi kehidupan. Generasi yang menjadi cahaya di tengah kegelapan zaman.
Untuk mewujudkan visi itu lanjut Ustadz Sani, lembaganya berkomitmen untuk terus menghadirkan rumah-rumah tahfizh di setiap pelosok negeri di setiap desa, di setiap sudut kampung yang paling terpencil sekalipun sebagai pusat dakwah tahfizhul Qur'an sekaligus pusat pemberdayaan masyarakat.
“Karena kami percaya, di mana Al-Qur'an dibaca dan diamalkan, di situ cahaya Allah akan selalu hadir. Inilah makna “Manfaat Tanpa Batas” yang kita usung bersama hari ini. Manfaat yang tidak dibatasi oleh geografi, tidak dibatasi oleh waktu, dan tidak dibatasi oleh keterbatasan manusia, karena ia bersumber dari Al-Qur'an yang kebenarannya tak pernah usang dan kemuliaannya tak pernah pudar,” ujarnya.
Ia menilai, perjalanan 19 tahun ini mengajarkan satu pelajaran berharga bahwa kebaikan yang dilakukan bersama-sama dengan hati yang ikhlas dan niat yang lurus akan selalu menemukan jalannya. Selalu ada kemudahan di setiap kesulitan. Selalu ada harapan di setiap kegelapan. Dan selalu ada pertolongan Allah bagi mereka yang berjuang di jalan-Nya.
“Maka hari ini kami mengajak Bapak/Ibu menjadikan momen 19 tahun ini sebagai batu loncatan menuju dampak yang lebih besar, manfaat yang lebih luas, dan cahaya yang lebih terang. Karena sejatinya, kita semua adalah pemegang amanah. Amanah dari Allah, amanah dari umat, dan amanah dari generasi-generasi yang akan datang setelah kita. Dan sebaik-baik warisan yang bisa kita tinggalkan adalah cahaya Al-Qur'an yang terus menyala di hati anak cucu kita,” tuturnya. (ARA)






