Kajian Surat Al-Ikhlas, Kemurnian Keesaan Allah

PPPA Daarul Qur'an Banten menggelar kajian rutin Tahsin Qiroah, di Kantor Pos Serang bersama Ustadz Asep Anwar Assatidz pondok pesantren Daarul Jameel. Kamis, (06/3).

Kajian Surat Al-Ikhlas, Kemurnian Keesaan Allah
Kajian Surat Al-Ikhlas, Kemurnian Keesaan Allah
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran

PPPA Daarul Qur'an Banten menggelar kajian rutin Tahsin Qiroah, di Kantor Pos Serang bersama Ustadz Asep Anwar Assatidz pondok pesantren Daarul Jameel, Kamis (6/3). 

"Kenapa di sebutkan surat Al ikhlas?, jadi penamaan surat Al ikhlas yaitu kandungan di dalamnya harus yakin,tauhid menyakini Allah," ujar Ustadz Asep Anwar dalam kajian tersebut.

"Surah ini menetapkan ajaran bertauhid kepada Allah SWT yang memiliki sifat sempurna, yang tunggal, Dia tidak dilahirkan dan melahirkan, dan yang tidak mempunyai tandingan," tegasnya 

"Ikhlas itu menyamakan cacian dan pujian, tidak mengharapkan sanjungan, di puji tidak terbang di caci tidak marah, ikhlas itu tujuannya hanya satu yaitu kepada Allah."

"Kita ini terbatas akal terbatas segala-galanya, kita tidak sempurna dan tidak mungkin kita membayangkan pencipta, dan tidak akan sama yang menciptakan dan yang diciptakan jangan seperti Kaum mujassimah kaum yang menyamakan Allah dengan makhluk-nya, hati-hati jangan sampai salah mengartikan," ujar Ustadz Asep Anwar 

Faidah membaca surat Al-Ikhlas sebanding dengan sepertiga Al-Qur’an dari segi makna adalah bahwa keseluruhan kandungan Al-Qur’an berisi tiga hal, yaitu tauhid, hukum, dan cerita. Sedangkan Al-Ikhlas menjelaskan tentang tauhid. 

Oleh: Andri, PPPA Daarul Qur'an Banten