Luka Flores Belum Usai, PPPA Daarul Qur'an Fokuskan Dukungan CSR untuk NTT

18 hari pasca gempa, Flores masih diguncang 11.389 gempa susulan. PPPA Daarul Qur'an gerakkan CSR lintas sektor bantu 181 ribu pengungsi NTT.

Luka Flores Belum Usai, PPPA Daarul Qur'an Fokuskan Dukungan CSR untuk NTT
Luka Flores Belum Usai, PPPA Daarul Qur'an Fokuskan Dukungan CSR untuk NTT
Luka Flores Belum Usai, PPPA Daarul Qur'an Fokuskan Dukungan CSR untuk NTT
vickypedulidisabilitas
vickypedulidisabilitas
vickypedulidisabilitas

Luka Flores Belum Usai, PPPA Daarul Qur'an Fokuskan CSR untuk NTT

Elar, Manggarai Timur – Delapan belas hari berlalu, namun tanah Flores masih terus bergetar. Lebih dari 11.389 gempa susulan telah mengguncang wilayah ini, meninggalkan 127 korban jiwa, 181.354 pengungsi, serta 97.215 rumah yang rata dengan tanah. Di tengah kondisi yang masih jauh dari pulih inilah, PPPA Daarul Qur'an memilih untuk memfokuskan langkah kemanusiaannya, termasuk dukungan CSR dari berbagai mitra dan lembaga pendidikan, ke tanah Flores.

Fokus ini bukan tanpa alasan. Sebanyak 356 fasilitas kesehatan dan 1.378 fasilitas pendidikan lumpuh akibat bencana, sementara kebutuhan dasar warga terus bertambah setiap harinya. Tim SIGAB PPPA Daarul Qur'an yang telah mendirikan posko di Desa Compang Teo dan Nangamese mencatat, sedikitnya 600 penyintas telah ditangani tim medis, dan 5.167 paket bantuan telah disalurkan kepada 1.100 penerima manfaat.

Namun angka-angka itu belum cukup. Ratusan ribu pengungsi masih membutuhkan uluran tangan berkesinambungan, mulai dari hunian sementara, sarana ibadah, hingga fasilitas pendidikan yang harus dibangun kembali.

Kepedulian ini pun mengalir dari berbagai lapisan, mulai dari sinergi Kemenag, BAZNAS, dan Forum Zakat Jawa Timur yang mengirimkan 27 ton bantuan, hingga uluran tangan dari siswa SMPN 1 Bangil Pasuruan dan santri cilik TK-SD Daarul Qur'an Banyuwangi yang turut menggalang dana bersama PPPA Daarul Qur'an Jawa Timur.

Dukungan CSR turut hadir dari sektor korporasi, salah satunya Clean-Text, yang menyalurkan bantuannya melalui PPPA Daarul Qur'an sebagai bentuk kepedulian dunia usaha terhadap para penyintas gempa NTT. Sinergi lintas sektor ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap Flores tidak hanya datang dari lembaga sosial-keagamaan, tetapi juga dari kalangan industri yang turut menggerakkan sumber dayanya untuk meringankan beban masyarakat terdampak.

Selain itu, dukungan juga datang dari sektor pemerintahan daerah. Pemerintah Kota Mojokerto turut ambil bagian dalam gerakan kemanusiaan ini, sebagai wujud kepedulian pemerintah daerah terhadap musibah yang dialami saudara-saudara di NTT. Keterlibatan ini semakin memperkuat gambaran bahwa penanganan bencana Flores merupakan tanggung jawab bersama yang melampaui sekat lembaga, sektor, maupun wilayah.

Melalui #pelukNTT, PPPA Daarul Qur'an mengajak lebih banyak pihak untuk terus bergerak. Sebab pemulihan Flores masih panjang, dan setiap uluran tangan, baik dari lembaga zakat, sekolah, korporasi, maupun pemerintah daerah, adalah pelukan yang menuntun mereka bangkit kembali.


Oleh: Diah Fitriatus Sholihah S.Sos, M.Ikom