Panen Raya di Ciloto, Ikhtiar Melahirkan Petani Muda Mandiri
Pagi di kawasan Daqu Agro Eduwisata Ciloto, Cianjur, Jawa Barat, diwarnai aktivitas panen. Kubis, tomat, hingga daun bawang menjadi hasil dari ikhtiar petani muda merawat lahan sekaligus membangun masa depan.
Panen berlangsung Kamis (3/9) di Jalan Raya Puncak KM 83, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas. Hadir Direktur Utama Laznas PPPA Daarul Qur’an Dwi Kartika Ningsih, Direktur Program Zainal Umuri, peneliti BRIN DR. Ir. Wiratno, penyuluh BPP Cipanas, serta Karang Taruna Geger Bentang.
Pada panen tahap awal, kubis diperkirakan mencapai sekitar 1.000 kilogram. Sementara tomat yang mulai dipanen sejak awal September kini memasuki masa panen akhir.
Lahan ini dikelola sekitar 20 petani muda Karang Taruna Geger Bentang di bawah kepemimpinan Mulyadi. Mereka menjadikan pertanian bukan sekadar pekerjaan, tetapi ruang untuk belajar, tumbuh, dan membangun kemandirian ekonomi.
“Kami ingin lahan ini tidak hanya menghasilkan panen, tetapi juga melahirkan generasi muda yang melihat pertanian sebagai peluang dan jalan kemandirian. Ketika anak muda mau bertani, kita sedang menjaga keberlanjutan pangan sekaligus membuka pintu kesejahteraan bagi masyarakat,” ujar Dwi Kartika Ningsih.
Pengembangan kebun juga mendapat pendampingan peneliti BRIN dan BPP Cipanas melalui penggunaan insektisida nabati organik. Metode ini dinilai mampu menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan hasil panen.
“Penggunaan insektisida nabati organik mampu menekan biaya produksi dan meningkatkan hasil panen sekitar 15 persen. Petani mendapat keuntungan lebih sekaligus menghasilkan sayuran yang lebih sehat,” jelas DR. Ir. Wiratno.
Mulyadi merasakan langsung hasilnya. “Alhamdulillah, hasilnya lebih banyak dan ukuran tomat juga lebih besar. Kubisnya bisa hampir empat kilogram per buah,” tuturnya.
Bagi Laznas PPPA Daarul Qur’an, panen ini bukan sekadar tentang angka produksi. Ia menjadi bagian dari ikhtiar pemberdayaan agar masyarakat mampu mengelola potensi di sekitarnya menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan.
Daqu Agro Eduwisata Ciloto pun dikembangkan sebagai ruang belajar pertanian bagi masyarakat. Ke depan, panen kubis dan cabai keriting dijadwalkan kembali pada September 2026, membawa harapan bahwa dari tanah yang dirawat dengan kesungguhan, akan tumbuh petani-petani muda yang mandiri dan sukses. (ARA)


