SIGAB Terus Bergerak, Membersamai Warga NTT Bangkit dari Gempa
Gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus meninggalkan dampak bagi kehidupan masyarakat. Sejumlah warga harus bertahan dalam kondisi rumah rusak, keterbatasan kebutuhan dasar, serta rasa cemas setelah bencana.
Di tengah situasi tersebut, Tim Siaga Bencana (SIGAB) Laznas PPPA Daarul Qur’an terus hadir di tengah masyarakat. Kehadiran tim tidak hanya untuk menyalurkan bantuan, tetapi juga mendengar kebutuhan warga dan memastikan bantuan yang diberikan benar-benar menjawab kondisi di lapangan.
Respons dilakukan di sejumlah wilayah, termasuk Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Ende. Tim melakukan pemetaan wilayah terdampak, mengidentifikasi kebutuhan mendesak, mendistribusikan logistik, berkoordinasi dengan masyarakat dan pihak setempat, serta menyiapkan pos tanggap darurat.
Pendampingan kemudian dilanjutkan melalui tiga pos tanggap darurat. Dapur umum menyediakan makanan siap santap, air bersih disalurkan kepada warga, dan gotong royong dilakukan untuk membersihkan serta merapikan area pos.
SIGAB juga memberi perhatian pada kebutuhan psikologis para penyintas, terutama anak-anak. Pendampingan psikososial dilakukan bersama lima guru Al-Qur’an, disertai doa bersama untuk menghadirkan ruang tenang dan menguatkan hati warga setelah melewati situasi yang tidak mudah.
Dalam rangkaian respons tersebut, aksi SIGAB telah memberikan manfaat kepada 980 jiwa (Data update aktivitas tim SIGAB pada Rabu, 19 Agustus 2026). Bagi tim, bantuan bukan hanya tentang apa yang disalurkan, tetapi tentang bagaimana kehadiran dapat memberi rasa aman dan keyakinan bahwa para penyintas tidak menghadapi masa sulit ini seorang diri.
“Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga merasakan kehadiran dan kepedulian. Sebab setelah bencana, mereka membutuhkan waktu dan dukungan untuk kembali menata kehidupan,” ujar Direktur Program Laznas PPPA Daarul Qur’an, Zainal Umuri.
Perjalanan masyarakat NTT untuk kembali pulih masih panjang. Karena itu, SIGAB Laznas PPPA Daarul Qur’an akan terus memantau kondisi dan kebutuhan warga di lapangan, sekaligus membuka ruang kolaborasi agar semakin banyak masyarakat yang dapat dibantu.
“Mari bersama meringankan perjuangan saudara-saudara kita di NTT. Sebab kepedulian yang kita berikan hari ini dapat menjadi kekuatan bagi mereka untuk kembali bangkit,” tutur Zainal. (ARA)


