Sate untuk Santri Suku Tengger Kampung Qur’an Bromo

Sate untuk Santri Suku Tengger Kampung Qur’an Bromo
beasiswa-idaqu
beasiswa-idaqu
beasiswa-idaqu

Kebahagiaan terpancar dari wajah adik-adik Suku Tengger Bromo, kala melihat mobil PPPA Daarul Qur’an Surabaya memasuki area perkampungan Desa Wonokerto, Probolinggo pada Ahad (2/8). Siang itu, PPPA Daarul Qur’an Surabaya datang membawa daging qurban untuk dibagikan kepada warga Suku Tengger Kampung Qur’an Bromo dan juga masakan olahan daging qurban yang siap dinikmati para santri Kampung Qur’an Bromo.

Waktu Ashar tiba, para santri menunaikan Sholat Ashar berjamaah. Usai menunaikan sholat, PPPA Daarul Qur’an Surabaya bersama para santri, pihak desa, takmir musholla serta asatidz berkumpul di musholla Desa Wonokerto. Lengkap dengan menggunakan masker, face shield, physical distancing, sebab selalu menjaga protokol kesehatan Covid-19.

Acara dibuka dengan sambutan dari takmir musholla, Diantoro, ia berpesan agar PPPA Daarul Qur’an tetap memberikan motivasi dan dukungan untuk warga kampung Qur’an Bromo, termasuk ilmu agama. “Alhamdulillah, kami berterima kasih sekali karena PPPA Daarul Qur’an sudah mengunjungi kami, saya mewakili warga menginginkan agar silaturrahmi ini jangan sampai putus, kami membutuhkan dampingan dari saudara sesama muslim untuk membimbing kami dalam belajar agama Islam,” tuturnya.

Setelah sambutan berakhir dan ditutup dengan doa, dilanjutkan dengan acara yang sudah dinantikan oleh para santri, yaitu makan daging qurban bersama. Senyum lebar terlihat dari wajah mereka, ketika kami mulai menyuguhkan beberapa olahan masakan daging qurban seperti, sate, gulai, dan rendang.

Piring demi piring diberikan, mereka diminta untuk bersabar mendapatkan bagian. Ustadz Muhibbin pun memberi instruksi agar mereka menyantap hidangan secara bersama.

Nggak boleh makan duluan ya, tunggu temannya kebagian, makannya bareng nanti baca doa dulu,” seru Ustadz Muhibbin.

Allahumma baariklana fiima rozaqtana waqina adzabannar” iringan doa sebelum makan menggema di musholla. Semua santri makan dengan lahapnya. Meskipun beberapa dari mereka ada yang kesulitan menggigit daging. Ustadz Muhibbin tak lupa memberikan instruksi kembali kepada para santri untuk menambah porsi makan.

“Ayo yang mau nambah lagi silahkan. Kalau malu, bisa angkat tangan nanti ustadz yang ambilin nasinya,” serunya dengan semangat.

Kegiatan makan bersama telah selesai, dilanjutkan dengan kegiatan motivasi Qur'an yang tak kalah seru sebagai penutup pada acara yang penuh keberkahan ini. []