Almarhum Ayah, Motivasi Ilma Menghafal Qur'an

Almarhum Ayah, Motivasi Ilma Menghafal Qur'an
hari-santri-daarul-quran
hari-santri-daarul-quran

Ilma Satrianisa Alisandi atau akrab disapa Ilma telah menjadi anak yatim setelah ayahnya meninggal pada 2019 lalu karena kecelakaan. Sebelum tutup usia, ayahnya berpesan agar Ilma terus menghafal Al-Qur’an. “Ayahnya berpesan agar Ilma terus menghafalkan Al-Qur’an,” ujar Lisa, ibu dari Ilma.

Kehilangan sang ayah tidak membuat Ilma patah semangat, ia terus melanjutkan hidupnya dengan normal dan tidak lupa melakukan apa yang menjadi harapan mendiang sang ayah, yakni menjadi penghafal Al-Qur’an.

Saat ini Ilma tinggal bersama kakek, nenek, ibu dan adiknya di kediaman sang kakek. Pekerjaan ibunya hanya seorang guru di taman kanak-kanak, penghasilannya dalam sebulan bahkan belum bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka. “Satu bulan hanya Rp500 ribu, kalau untuk sehari-hari tidak cukup,” tutur Lisa.

Ilma yang kini duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar (SD) memiliki mimpi seperti teman-teman sebayanya yaitu menimba ilmu setinggi-tingginya. Sebab, selain mejadi hafidzah, pesan almarhum ayahnya adalah agar Ilma dapat sekolah setinggi-tingginya, meski dalam kondisi yatim.

Untuk mewujudkan harapan sang ayah, Ilma pun tengah berusaha keras belajar dan menghafal Al-Qur’an di Rumah Tahfidz Assa’adah Garut, Jawa Barat. Di mata keluarganya, Ilma termasuk anak yang berbakti dan patuh kepada orang tua. Oleh sebab itu, semua keluarganya sangat berharap agar Ilma dapat menjadi hafidzah 30 juz dan mengangkat derajat keluarga di mata Allah.

PPPA Daarul Qur’an mengajak masyarakat mendukung Ilma mewujudkan harapan mediang sang ayah dan semua anggota keluarganya untuk menjadi penghafal Al-Qur’an. Jangan sampai keterbatasan ekonomi ini membuat Ilma tak dapat melanjutkan pendidikan dan membuat tekadnya memudar. (dio/ara)