Daarul Qur'an Bantu Wujudkan Mimpi Anak Palestina Menjadi Dokter

Daarul Qur'an Bantu Wujudkan Mimpi Anak Palestina Menjadi Dokter
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran

PPPA Daarul Qur'an melalui uluran tangan para penderma di Indonesia, menyalurkan beasiswa bagi empat calon dokter di Gaza, Palestina. Mereka adalah Maryam Alhirtani, Rawaan Ied, Nismah M. Zebdah, dan Suheb Diyab Zeinbisa.

Keempatnya merupakan santri Rumah Tahfizh Daarul Qur'an Palestina, yang berada di Kota Jabalia, Gaza Utara. Hafalan Al-Qur'an mereka sudah tidak diragukan lagi, 30 juz sudah ada di ingatan mereka.

Faktor ekonomi dan kondisi negara mereka yang masih mencekam akibat penjajahan, membuat impian mereka untuk menjadi dokter hampir pupus. Namun, mereka memiliki kekuatan yang paling dahsyat yaitu doa.

"Awalnya mereka sudah putus asa dan hampir kecewa karena yakin tak bisa lanjutkan studi, karena juga merasa tidak mampu untuk membayar uang kuliah yang beigtu mahal,” terang Abdillah Onim, Relawan Daarul Qur’an di Palestina.

Impian mereka sungguh mulia. Keempat santri ini memiliki mimpi untuk membangun Palestina menjadi negara merdeka yang sehat dan dapat memberikan rasa aman kepada seluruh warganya, serta dapat berdiri sendiri sebagaimana negara-negara lain.

Mereka tidak menyangka akan mendapatkan beasiswa untuk kuliah di jurusan kedokteran. Mimpi yang selama ini hanya sekedar cerita.

"Saya terkejut saat sedang praktek kuliah, tiba-tiba didatangi Abdillah Onim dengan membawa amplop berisi beasiswa tunai, alhamdulillah, alhamdulillah, syukron, syukron atas kepedulian kalian semua PPPA Daarul Qur'an dan seluruh donaturnya, tentu ini sangat-sangat membantu dan menyelamatkan masa depan saya untuk meraih cita-cita menjadi seorang dokter,” terang Maryam dalam bahasa Palestina.

Sama halnya dengan Suhaib, saat sedang prakter kuliah di laboratorium salah satu pusat pelayanan kesehatan, ia terkejut, bahagia, dan merasa terharu bisa mendapat beasiswa tersebut. Serentak Suhaib menghubungi ibunya yang di rumah dan mengabarkan bahwa dirinya telah menerima beasiswa dari PPPA Daarul Qur'an Indonesia. Nismah dan Rawaan, yang tengah prakter kuliah meracik obat-obatan pun juga tak percaya saat disodorkan beasiswa tersebut.

Sejak 2013 lalu, diawali dengan kehadiran Rumah Tahfizh di Palestina, ratusan anak-anak Gaza telah menjadi hafizh/hafizah. Mereka memiliki kemauan kuat untuk menjadi penghafal Al-Qur’an. Untuk menjaga keselamatan mereka, keluarga, dan seluruh keluarga besarnya yang tengah tinggal di Gaza Palestina. (runti/dio)