Daarul Qur'an Gelar Wisuda Tahfizh Nasional 2022

Geliat Daarul Qur'an dalam dakwah tahfidzul Qur'an telah berhasil melahirkan ratusan penghafal Al-Qur'an. Hal itu terbukti dalam gelaran wisuda tahfizh untuk para penghafal Al-Qur’an yang dilaksanakan setiap tahun.

Daarul Qur'an Gelar Wisuda Tahfizh Nasional 2022
Daarul Qur'an Gelar Wisuda Tahfizh Nasional 2022
Daarul Qur'an Gelar Wisuda Tahfizh Nasional 2022
Daarul Qur'an Gelar Wisuda Tahfizh Nasional 2022
Daarul Qur'an Gelar Wisuda Tahfizh Nasional 2022
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran

Geliat Daarul Qur'an dalam dakwah tahfidzul Qur'an telah berhasil melahirkan ratusan penghafal Al-Qur'an. Hal itu terbukti dalam gelaran wisuda tahfizh untuk para penghafal Al-Qur’an yang dilaksanakan setiap tahun.

Wisuda Tahfizh Nasional (WTN) adalah satu dari sekian banyak perangkat dalam melakukan penguatan dan pengembangan tahfidzul Qur'an. WTN merupakan momentum yang paling ditunggu-tunggu oleh semua santri Daarul Qur’an maupun orang tua mereka di seluruh Indonesia.

Pada 2022 ini, WTN dilaksanakan di Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an Sabtu (2/7) malam. Ada sebanyak 330 santri yang diwisuda dari berbagai kategori, mulai dari 5, 10, 15 dan 30 juz.

Pesertanya pun beragam, seperti Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an reguler, Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an Takhassus yang berbeasiswa untuk yatim dhuafa, Rumah Tahfidz dan berbagai unit pendidikan di Daarul Qur'an.

Tujuan dilaksanakannya WTN adalah sebagai penghargaan kepada para santri atas perjuangannya dalam menghafal Al-Qur'an. Sekaligus menjadi perlambang atas pencapaian bagi santri Daarul Qur’an.

Hadir dalam acara malam hari ini para pimpinan Daarul Qur'an seperti KH. Yusuf Mansur, KH. Ahmad Kosasih, KH. Ahmad Jamil, Ustadz Muhammad Anwar Sani, Ustadz Tarmizi As-Sidiq, masyayikh dan para tokoh.

Sebelum menjadi wisudawan dan wisudawati WTN, para santri terlebih dahulu mengikuti tes hafalan di wilayahnya masing-masing. Mengingat, para peserta berasal dari berbagai daerah di penjuru Indonesia.

Pimpinan Umum Daarul Qur'an, KH. Yusuf Mansur mengaku bangga terhadap para santrinya yang berhasil diwisuda. Menurutnya, ini adalah realisasi dari pesan yang dahulu disampaikan oleh orang tuanya.

"Pesan dari Ibu Uum, jadi apa kek, kamu, ngajar ngaji, kan kamu nanti jadi rektor," ujar KH. Yusuf Mansur.

WTN sendiri pertama kali digelar di Istora Senayan Jakarta, pada 2015 dan diikuti oleh 300 santri. Hingga 2022, sudah ada 2.944 santri yang mengikuti WTN.

WTN juga merupakan daya tarik bagi santri Daarul Qur'an untuk berprestasi dengan menyelesaikan hafalan 30 juz. Gelaran ini akan terus dilaksanakan guna memberikan apresiasi kepada santri dan orang tua.

Sementara itu, Direktur Utama PPPA Daarul Qur'an Abdul Ghofur mengaku bangga terhadap para santri yang diwisuda. Terutama santri Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an Takhassus dan Rumah Tahfidz. Mengingat, mereka merupakan santri binaan PPPA Daarul Qur'an yang mendapat beasiswa melalui dukungan para donatur.

"Alhamdulillah, sebuah kebanggan yang luar biasa menyaksikan anak-anak kami diwisuda hafalan Al-Qur'an 30 juz, syukur kepada Allah dan terima kasih sebesar-besarnya kepada para guru, KH. Yusuf Mansur dan para asatidz dan asatidzah, serta donatur yang setia mendukung program santri penghafal Al-Qur'an di Takhassus dan Rumah Tahfidz," ujar Ghofur.

"Hari ini, anak-anak bapak dan ibu semua diwisuda 30 juz, insyaAllah pahala mereka juga akan sampai kepada bapak dan ibu yang telah mendonasikan hartanya, semoga menjadi amal jariyah yang kekal sampai akhirat," imbuhnya. []