Dirzawa Kemenag RI : :Laz Nasional yang Pimpinannya Perempuan Itu Hanya di PPPA Daarul Qur’an

Dirzawa Kemenag RI : :Laz Nasional yang Pimpinannya Perempuan Itu Hanya di PPPA Daarul Qur’an

Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Program Pembibitan Penghafal Al-Qur’an (PPPA) Daarul Qur’an tahun ini telah berdiri selama 19 tahun. Perayaan Milad digelar pada Kamis, 2 April 2026 di Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang. Dalam perhelatan ini, turut hadir Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Republik Indonesia (Dirzawa Kemenag RI) Waryono Abdul Ghafur.

Setelah berdiskusi di round table bersama Pimpinan Daarul Qur’an KH. Ahmad Jamil, keduanya memaknai usia 19 tahun Laznas PPPA Daarul Qur’an sebagai karunia dari Allah karena ada 19 huruf hijaiyah dalam bacaan Basmalah. “Sebagaimana keistiqomahan Daarul Qur’an bergerak dalam dakwah tahfizhul Qur’an, insya Allah ada mukjizat Al-Qur’an juga pada angka dan usia 19 tahun ini,” ujar Waryono.

Dalam sambutannya, ia berpesan gelaran ini harus menjadi momentum kebaikan seperti tema yang diusung dalam Milad ke-19 tahun Laznas PPPA Daarul Qur’an yakni “Manfaat Tanpa Batas”. Waryono berharap tak hanya menembus batas, waktu, usia dan negara tapi juga tanpa batas agama.

“Karna Laznas ini bukan hanya sekadar menghimpun zakat, mendistribusikan zakat tapi juga mengumpulkan dan menghimpun dana-dana sosial keagamaan yang lain. Mudah-mudahan berkelanjutan dan tumbuh besar menjadi lembaga yang turut ambil bagian dari komitmen negara untuk mensejahterakan dan mengurangi angka kemiskinan,” harapnya.

Waryono mengapresiasi Laznas PPPA Daarul Qur’an yang telah menunjukkan perkembangan signifikan dalam memperluas jangkauan manfaat hingga ke tingkat nasional bahkan global. Karena pada usia 19 tahun ini, sebanyak 9,4 juta jiwa yang tersebar di empat benua, 15 negara, 31 provinsi dan 32 kabupaten/kota telah merasakan manfaat dari berbagai program yang digulirkan.

“Luar biasa, PPPA Daarul Qur’an sudah melampaui batas benua. Semoga siapapun yang mendukung, berada di dalamnya atau meski sudah tidak menjadi bagian dari PPPA, ini akan terus menjadi catatan hasanah (kebaikan) dari Allah bagi kita semua,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Waryono juga sangat kagum dengan Laznas PPPA Daarul Qur’an yang dipimpin oleh Dwi Kartika Ningsih sebagai Direktur Utama. Karena dalam catatan Kemenag RI, satu-satunya Laz berskala Nasional yang dikomandoi oleh seorang perempuan hanya di Laznas PPPA Daarul Qur’an.

“Laz Nasional yang pimpinannya perempuan itu hanya di PPPA Daarul Qur’an oleh Ibu Dwi. Karena pimpinan Laznas lainnya itu laki-laki. Artinya untuk menjadi pimpinan Laz sudah tidak lagi bias gender, perempuan pun bisa menjadi pimpinan,” tuturnya.

Pada penutup sambutannya, Waryono menekankan tentang pentingnya dana zakat yang tak hanya diposisikan sebagai bantuan sosial tapi harus menjadi instrumen strategis dalam mewujudkan keadilan sosial dan kemanusiaan. Karenanya, transformasi kelembagaan dan penguatan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam memperluas dampak zakat.

“Zakat harus berdampak luas. Tidak boleh berhenti pada bantuan jangka pendek. Tetapi harus mampu menjangkau kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan melalui kolaborasi yang kuat,” harapnya. (ARA)