Ikrar Wakaf Jadi Pertanda Pembangunan Kampung Qur’an Mandeh Resmi Dimulai  

Ikrar Wakaf Jadi Pertanda Pembangunan Kampung Qur’an Mandeh Resmi Dimulai   
gersena
gersena
gersena

Langkah besar pembangunan peradaban Qur’ani di kawasan wisata Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat resmi dimulai pada Selasa (5/5). Hal ini ditandai dengan penandatanganan Akta Ikrar Wakaf (AIW) sebidang tanah seluas 692 meter persegi di Kenagarian Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, sebagai bagian dari pembangunan Kampung Qur’an Mandeh yang diinisiasi oleh Laznas PPPA Daarul Qur’an.

Wakaf tersebut diikrarkan langsung oleh Ambrin S. selaku pewakif yang mewakafkan tanah milik pribadinya untuk kepentingan umat. Adapun yang bertindak sebagai nadzir wakaf adalah Muhammad Anwar Sani, yang akan mengemban amanah pengelolaan dan pengembangan aset wakaf tersebut demi kemaslahatan masyarakat.

Penandatanganan ikrar wakaf dilaksanakan secara resmi di hadapan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Koto XI Tarusan, Fauzi Dhamra, S.Ag, yang juga bertindak sebagai Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) dan disaksikan oleh seluruh ahli waris serta masyarakat sekitar. Turut hadir pula Direktur Program Laznas PPPA Daarul Qur’an, Zainal Umuri.

Tanah wakaf yang berlokasi di Taratak tersebut akan dimanfaatkan untuk pembangunan Rumah Tahfizh atau rumah ibadah berbasis Al-Qur’an, sebagai pusat pendidikan, pembinaan, dan kaderisasi generasi Qur’ani di kawasan Mandeh.

“Pembangunan Rumah Tahfizh ini menjadi langkah awal dari visi besar menghadirkan Kampung Qur’an Mandeh, sebuah kawasan pembinaan masyarakat berbasis nilai-nilai Al-Qur’an yang diharapkan menjadi pusat dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat di wilayah pesisir Sumatera Barat,” ujar Zainal.

Nantinya, rumah tahfizh ini tidak hanya menjadi tempat belajar dan menghafal Al-Qur’an bagi anak-anak dan masyarakat sekitar, tetapi juga akan dikembangkan sebagai pusat pembinaan akhlak, dakwah masyarakat, serta penguatan spiritual kawasan wisata Mandeh yang dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan Sumatera Barat.

Laznas PPPA Daarul Qur’an memandang wakaf ini sebagai fondasi penting dalam membangun ekosistem dakwah yang berkelanjutan. Dari sebidang tanah wakaf ini, diharapkan lahir generasi penjaga Al-Qur’an yang akan menerangi Mandeh dengan cahaya iman, ilmu, dan akhlak mulia.

“Ini bukan sekadar penyerahan tanah, tetapi penanaman amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir. Dari tanah wakaf ini, insya Allah akan lahir generasi penghafal Al-Qur’an dan peradaban Qur’ani yang membawa keberkahan bagi Mandeh,” ujar Muhammad Anwar Sani yang juga Ketua Yayasan Daarul Qur’an Nusantara.

Dengan diresmikannya ikrar wakaf ini, Laznas PPPA Daarul Qur’an menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program wakaf produktif yang berdampak nyata bagi umat, sekaligus memperluas gerakan dakwah dan pendidikan Al-Qur’an hingga ke pelosok negeri.