Hari Bahagia Wisuda Santri Tahfidz Intensif Batch 2

Hari Bahagia Wisuda Santri Tahfidz Intensif Batch 2
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran

Ramadan 1442 H kali ini menjadi bulan yang sangat membahagiakan bagi para santri Tahfidz Intensif Batch 2 PPPA Daarul Qur'an Yogyakarta. Pasalnya, tepat pada Kamis (29/4) pukul 15:30 WIB lalu Tasyakuran dan Wisuda Tahfidz Intensif Batch 2 dimulai, dibuka dengan lantunan bacaan Al-Qur’an oleh Ustadz Jimmy, salah satu Alumni Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Tangerang.

Wisuda diikuti oleh 18 santri, terdiri dari 16 santri putri dan 2 santri putra. Acara disambut hangat oleh para Pimpinan Daarul Qur'an seperti Ustadz Anwar Sani selaku Pimpinan Direktorat Zakat dan Wakaf Daarul Qur’an, Ustadz Agus Jumadi selaku General Manager Pendayagunaan PPPA Daarul Qur'an, dan Pimpinan Cabang PPPA Daarul Qur'an Yogyakarta Ustadz Maulana Kurnia Putra.

Setelah acara sambutan, para wisudawan dan wisudawati memasuki tempat prosesi wisuda yang diselenggarakan di Grha Tahfidz 1 PPPA Daarul Qur'an Yogyakarta Gg. Leo Jl. Nitikan Baru, Kota Yogyakarta. Acara wisuda ini juga diselenggarakan secara virtual, para orang tua santri mengikuti acara melalui aplikasi video conference Zoom. Sebelumnya, Tasyakuran dan Wisuda Tahfidz Intensif ini ialah yang kedua kali dihelat setelah acara yang sama pada akhir tahun 2020 lalu.

Tahfidz Intensif sendiri adalah program dauroh Qur'an selama tiga bulan dan bermukim. Kegiatannya adalah menghafal Al-Qur'an dan berbagai amalan dzikir, motivasi Qur'an dan lain sebagainya selama 24 jam penuh. Program bermukim dengan kapasitas santri yang dibatasi dinilai lebih aman karena santri tidak diperkenankan untuk keluar asrama, segala kebutuhan telah disediakan di dalam asrama. Untuk santri putri berukim di Asrama Tahfidz Intensif Jakal, Kaliurang, Kec. Sleman, sedangkan asrama santri putra terletak di Grha Tahfidz 2 PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta.

Sebanyak 18 santri dipanggil satu persatu untuk menerima samir dan sertifikat dauroh. Suasana penuh haru menyelimuti aula Grha Tahfidz 1 PPPA Daarul Qur'an Yogyakarta. Pengalungan samir dan penyerahan sertifikat dilakukan oleh kepala cabang PPPA Daarul Qur'an Yogyakarta dan para Asatidz pengampu Tahfidz Intensif.

Dalam acara penuh haru Wisuda tersebut, Ustadz Anwar Sani tak lupa mengingatkan kepada para santri untuk tidak cepat puas dengan apa yang diraihnya. Para santri yang belum khatam 30 Juz masih dapat melanjutkan menghafal di Daarul Qur’an baik dengan mengikuti program Tahfidz Intensif angkatan selanjutnya, di rumah-rumah tahfidz Daarul Qur’an, dan di manapun.

“Santri Daarul Qur’an itu dari mana-mana, ada yang dari Pesantren-pesantren Daarul Qur’an, Rumah Tahfidz, santri Qur’an Call, dan termasuk santri Grha Tahfidz beserta Tahfidz Intensif, dan lain-lain, banyak sekali, kita bersama-sama berkhidmat dan membangun bangsa ini dengan Al-Qur’an,” ungkap Ustadz Anwar Sani.

Tak lupa ia juga mengingatkan kepada para santri, bahwa setelah keluar dari Tahfidz Intensif dan melanjutkan kegiatannya baik nantinya ada yang sekolah, kuliah, atau bekerja agar tetap istiqomah dengan Al-Qur’an dan mengabdi sesuai dengan kemampuan dan potensi yang dimilikinya. Selain Ustadz Anwar Sani, Ustadz Agus Jumadi juga menyampaikan rasa syukurnya atas kesuksesan program Tahfidz Intensif ini, dirinya berharap agar acara dan kegiatan yang baik seperti ini dapat terus dilaksanakan hingga lebih banyak lagi lahir para penghafal Al-Qur’an yang siap mengabdi di manapun.

Para peserta Tahfidz Intensif Batch 2 ini memang memiliki kampung halaman yang beragam, mulai dari Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Bengkulu, Kalimantan, Jawa, NTB, sampai Papua.

Tak lupa di akhir acara juga diumumkan santri terbaik program Tahfidz Intensif Batch 2 yang diberikan kepada ananda Hafsah Az-Zahra yang telah mengkhatamkan Al-Qur’an 30 Juz.  Alhamdulillah, tepat menjelang waktu berbuka puasa akhirnya acara selesai dan ditutup dengan doa oleh Koordinator Rumah Tahfidz Yogyakarta, Ustadz Ulil Abshar. Harapannya, para santri Alumni tahfidz intensif PPPA Daarul Qur'an Yogyakarta dapat terus istiqomah dengan hafalannya, membawa berkah untuk dirinya, keluarga,dan lingkungan sekitar. []

Oleh: Umi Nurcahyati, PPPA Daarul Qur'an Yogyakart