Kedatangan Santri Baru di Pesantren Tahfizh Takhassus Daarul Qur'an Brebes

Bulan Juli ini menjadi awal para santri masuk pesantren mengikuti tahun ajaran baru. Sejak Ahad (17/7) pagi, Pesantren Tahfizh Takhassus Daarul Qur'an Brebes sudah mulai ramai didatangi santri.

Kedatangan Santri Baru di Pesantren Tahfizh Takhassus Daarul Qur'an Brebes
Kedatangan Santri Baru di Pesantren Tahfizh Takhassus Daarul Qur'an Brebes
Kedatangan Santri Baru di Pesantren Tahfizh Takhassus Daarul Qur'an Brebes
Kedatangan Santri Baru di Pesantren Tahfizh Takhassus Daarul Qur'an Brebes
Kedatangan Santri Baru di Pesantren Tahfizh Takhassus Daarul Qur'an Brebes
Kedatangan Santri Baru di Pesantren Tahfizh Takhassus Daarul Qur'an Brebes
beasiswa-idaqu
beasiswa-idaqu
beasiswa-idaqu

Bulan Juli ini menjadi awal para santri masuk pesantren mengikuti tahun ajaran baru. Sejak Ahad (17/7) pagi, Pesantren Tahfizh Takhassus Daarul Qur'an Brebes sudah mulai ramai didatangi santri.

Mereka adalah santri-santri baru yang akan belajar dan menghafal Qur'an di Pesantren Tahfizh Takhassus Daarul Qur'an Brebes. Kedatangan santri dibagi menjadi dua kloter, yakni kedatangan pagi hari dan sore hari untuk santri luar pulau.

Mereka ditemani orang tua dan keluarga besarnya. Terlihat para santri baru begitu antusias ketika memasuki area pesantren. Mereka tetap semangat meski barang bawaannya tidak sedikit.  

Seperti Muhammad Bagus Mufti (16), santri baru asal Jepara, Jawa Tengah, ini begitu bersemangat memulai hari-harinya sebagai santri di Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an Takhassus Brebes. Bagus, sapaan akrabnya, berkeinginan untuk menjadi penghafal Al-Qur'an pertama di keluarganya yang kelak bisa memberikan syafaat kepada kedua orang tuanya. 

"Kalau dari keluarga yang mondok cuma Bagus saja, makanya pengen banget jadi penghafal Qur'an," ujar Bagus.

Dengan perasaan penuh suka cita, Bagus pun berpamitan kepada kedua orang tuanya sebelum keduanya kembali ke Jepara. "Doakan terus Bagus di sini biar bisa menghafal, semoga bisa mendapatkan ilmu yang berkah ya," tuturnya kepada ayah dan ibunya.

Oleh: Royana, PPPA Daarul Quran Cirebon