Ketika Lantunan Ayat Suci Al-Qur'an dan Sholawat Bersahutan di Posko Bencana 

Jum'at (25/11/2022) petang, cuaca di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terasa begitu dingin. Gerimis sore hari tadi membuat suasana di area posko bencana PPPA Daarul Qur'an tiris, begitu orang Sunda menyebutnya.

Ketika Lantunan Ayat Suci Al-Qur'an dan Sholawat Bersahutan di Posko Bencana 
Ketika Lantunan Ayat Suci Al-Qur'an dan Sholawat Bersahutan di Posko Bencana 
Ketika Lantunan Ayat Suci Al-Qur'an dan Sholawat Bersahutan di Posko Bencana 
Ketika Lantunan Ayat Suci Al-Qur'an dan Sholawat Bersahutan di Posko Bencana 
Beasiswa PPPA Daarul Qur'an
Beasiswa PPPA Daarul Qur'an
Beasiswa PPPA Daarul Qur'an

Jum'at (25/11/2022) petang, cuaca di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terasa begitu dingin. Gerimis sore hari tadi membuat suasana di area posko bencana PPPA Daarul Qur'an tiis, begitu orang Sunda menyebutnya.

Di tengah suasana tersebut, terdengar sayup-sayup suara lantunan ayat suci Al-Quran dan sholawat. Suara tersebut berasal dari para penyintas gempa bumi Cianjur.

Mereka menyempatkan diri untuk membaca Al-Quran dan sholawat di antara waktu Maghrib hingga Isya. Bukan tanpa sebab, antara Maghrib dan Isya adalah salah satu waktu yang mustajab.

Mereka terdiri dari orang dewasa, remaja hingga anak-anak. Meski dengan penerangan yang sederhana, mereka terlihat begitu khusyuk.

Uyun, salah satu penyintas bencana yang juga ikut melantunkan sholawat mengatakan bahwa hal tersebut sudah biasa mereka lakukan. Ibu-ibu di desa tersebut biasa berkumpul dalam majelis ilmu untuk bersholawat dan mengaji bersama.

"Kan sehari-harinya selalu ada, hari Senin ada, Selasa ada, Ahad aja yang libur," ujar Uyun.

Wanita 52 tahun tersebut mengaku mendirikan sholat berjamaah dan membaca Al-Qur'an di tenda darurat bersama penyintas lainnya. Hal tersebut mereka lakukan tidak lain agar dihindari dari segala bahaya.

Ia juga beraharap agar Allah mengangkat derajat mereka dan ujian ini segera berlalu. Mengingat, ia juga menjadi salah satu penyintas bencana yang rumahnya hancur.

"Mudah-mudahan cepet berlalu, cepet beres, rumahnya juga hancur di situ," ucapnya sembari menunjuk arah rumahnya.

Tidak hanya di tenda darurat, lantunan sholawat juga biasa terdengar di dapur umum. Sembari memasak, ibu-ibu pun bersholawat bersama.

Uyun percaya dengan mendekatkan diri kepada Allah, maka Allah juga akan semakin menyayangi mereka. "Kita mah serahin aja sama Allah," pungkasnya. []