Sejarah Nuzulul Qur'an

Berbicara mengenai sejarah, istilah ini, salah satunya, erat kaitannya dengan periodisasi suatu peristiwa tertentu. Dalam kajian sejarah, akan ada beberapa periode yang dijelaskan. 

Sejarah Nuzulul Qur'an
hari-santri-daarul-quran
hari-santri-daarul-quran

Berbicara mengenai sejarah, istilah ini, salah satunya, erat kaitannya dengan periodisasi suatu peristiwa tertentu. Dalam kajian sejarah, akan ada beberapa periode yang dijelaskan. 

Setiap periode ini biasanya memiliki karakteristik uniknya masing-masing yang membedakannya dengan periode selainnya. Hal ini juga berlaku dalam kajian sejarah Nuzulul Qur’an. 

Sebelum membahas mengenai sejarah Nuzulul Qur’an, ada baiknya menjelaskan arti sederhana dari kata Nuzulul Qur’an tersebut. Nuzulul Qur’an dapat diartikan sebagai turunnya al-Qur’an. Ini bisa jadi waktu atau pun proses turunnya al-Qur’an.

Mengenai sejarah Nuzulul Qur’an, setidaknya, ada dua periode sejarah turunnya al-Qur’an. Hal ini ternyata dijelaskan dalam isi kandungan beberapa ayat al-Qur’an sendiri. 

Para ulama telah bersusah payah mengkaji al-Qur’an untuk mengetahui dua kejadian penting umat Islam ini.

Sejarah Nuzulul Qur’an

Mengenai pembahasan Nuzulul Qur’an, ulama biasanya membedakan dua kata penting terlebih dahulu, yakni kata anzala (انزل) dan nazzala (نزّل). Kedua kata ini yang nantinya akan menjelaskan, secara langsung atau pun tak langsung, mengenai dua periode Nuzulul Qur’an.

Menurut para ulama, kata anzala (انزل) biasanya digunakan Allah swt untuk menjelaskan proses penurunan al-Qur’an yang dilakukan secara sekaligus. Peristiwa ini terjadi dari Lauh al-Mahfudz ke Baitul Izzah atau Langit Dunia.

Kata kedua, nazzala (نزّل). Menurut para ulama, mengenai Nuzulul Qur’an, kata ini biasanya menjelaskan proses penurunan al-Qur’an yang dilakukan secara berangsur-angsur. Ini terjadi dari Baitul Izzah kepada Nabi Muhammad saw. Dari sini dapat diketahui bahwa sejarah Nuzulul Qur’an terdiri dari dua periode besar. 

1. Nuzulul Qur’an dari Lauh al-Mahfudz ke Baitul Izzah (Langit Dunia)

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, proses Nuzulul Qur’an dari Lauh al-Mahfudz ke Baitul Izzah (Langit Dunia) ini ditandai dalam al-Qur’an dengan redaksi anzala (انزل). Pada periode ini, al-Qur’an diturunkan secara sekaligus.Namun, tak ada yang tahu kapan persisnya periode ini terjadi, begitu pula dengan segala hal yang berkaitan dengannya.

Beberapa ayat al-Qur’an yang menjelaskan periode ini sebagai berikut:

Salah satu ayat yang menjelaskan turunnya al-Qur’an adalah QS. Al-Qadr/97: 1. Allah swt. berfirman:

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam qadar.”

Selain QS. Al-Qadr/97: 1, Allah juga menjelaskan proses pertama turunnya al-Qur’an ini melalui QS. Al-Dukhan/44: 3. Allah swt. berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

Artinya: “Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.”

Selain kitab suci al-Qur’an, ternyata kitab-kitab terdahulu juga diturunkan secara langsung, tidak berangsur-angsur. Hal ini dapat dilihat dalam QS. Ali-‘Imran/3: 3. Allah berfirman:

نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَاَنْزَلَ التَّوْرٰىةَ وَالْاِنْجِيْلَۙ

Artinya: “Dia menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) yang mengandung kebenaran, membenarkan (kitab-kitab) sebelumnya, dan menurunkan Taurat dan Injil.”

2. Nuzulul Qur’an dari Baitul Izzah (Langit Dunia) kepada Nabi Muhammad saw

Kemudian, setelah al-Qur’an diturunkan ari Lauh Mahfudz ke Baitul Izzah, Allah swt menurunkan al-Qur’an dari Baitul Izzah kepada Nabi Muhammad saw secara berangsur-angsur. Dalam al-Qur’an, hal ini ditanda dengan redaksi nazzala (نزّل). Mayoritas ulama sepakat bahwa periode ini terjadi pada bulan 17 Ramadan. 

Pada proses penurunan kepada Nabi Muhammad saw, malaikat Jibril menjadi salah satu perantara untuk membawa wahyu. Pertama kali wahyu yang diturunkan, menurut pendapat mayoritas ulama bertempa di Gua Hira. Adapun wahyu pertama yang diturunkan, lagi-lagi berdasarkan mayoritas ulama, adalah QS. Al-‘Alaq/96.

Salah satu contoh ayat al-Qur’an yang menjelaskan proses penurunan al-Qur’an menggunakan kata nazzala (نزّل), selain QS. Ali-‘Imran/3: 3, adalah QS. Al-Isra’/17: 106. Allah swt. berfirman: 

وَقُرْاٰنًا فَرَقْنٰهُ لِتَقْرَاَه عَلَى النَّاسِ عَلٰى مُكْثٍ وَّنَزَّلْنٰهُ تَنْزِيْلًا

Artinya: “Dan Al-Qur'an (Kami turunkan) berangsur-angsur agar engkau (Muhammad) membacakannya kepada manusia perlahan-lahan dan Kami menurunkannya secara bertahap.”

Demikian penjelasan mengenai sejarah Nuzulul Qur’an. Secara singkat, sejarah Nuzulul Qur’an terdiri dari dua periode. Pertama penurunan al-Qur’an dari Lauh al-Mahfudz ke Baitul Izzah (Langit Dunia). Kedua, penurunan al-Qur’an dari Baitul Izzah kepada Nabi Muhammad saw.