SIGAB PPPA Daarul Qur'an Telusuri Kampung Terdampak Banjir di Lebak

SIGAB PPPA Daarul Qur'an Telusuri Kampung Terdampak Banjir di Lebak
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran

Banjir bandang yang terjadi pada Rabu (1/1) lalu tak hanya menerjang wilayah Ibu Kota dan sekitarnya. Namun juga sebagian besar wilayah Lebak, Banten. Menanggapi hal tersebut, Tim Siaga Bencana (SIGAB) PPPA Daarul Qur'an terjun ke lokasi terdampak banjir di Kecamatan Cipanas, Lebak, pada Jumat (3/1).

Akan tetapi, sulitnya akses menuju ke lokasi mengharuskan SIGAB menggunakan kendaraan roda dua bersama warga sekitar. Dari jalan raya, dibutuhkan waktu sekitar satu jam untuk menuju Kampung Jaha. Kampung Jaha yaitu kampung terakhir yang dapat dilalui oleh kendaraan bermotor.

Jangankan mobil, motor saja tidak dapat melintas akibat tanah longsor yang terjadi bersamaan dengan banjir. Mengingat selain banjir, hujan berkepanjangan yang terjadi dua hari lalu mengakibatkan tebing-tebing di sejumlah kampung di Kecamatan Cipanas ini longsor dan menutupi badan jalan.

Sepanjang perjalanan menuju Kampung Jaha, tim SIGAB harus melintasi jalanan yang licin dan terjal. Tak jarang ada jalan yang retak dan longsor. Bahkan, di beberapa titik terpaksa harus dilakukan sistem buka tutup jalan karena sempitnya akses yang diakibatkan meluasnya aliran Sungai Ciberang.

Koordinator SIGAB Rojali mengatakan bahwa warga di sepanjang perjalanan menuju Kampung Jaha sudah mengungsi ke posko-posko terdekat dan tempat yang lebih aman lainnya. Hal itu menyebabkan wilayah yang dilalui seperti kampung tak berpenghuni.

"Untuk menuju wilayah terdampak paling parah dan jarang sekali menerima bantuan itu, kita harus terlebih dulu berjalan kaki lagi sekitar lima Kilometer, karena tidak bisa dilalui motor," ucap Rozali.

Kampung-kampung yang terisolir tersebut diantaranya adalah Kampung Muara, Cigobang dan Cinyiru. Ketiga kampung tersebut saat ini masih minim bantuan dikarenakan akses yang terputus. Bahkan, dua jembatan yang menjadi poros utama jalan menuju ke sana pun terputus akibat luapan air sungai.

“Tim SIGAB PPPA Daarul Qur'an akan terus meninjau lokasi-lokasi terdampak banjir yang terletak di pedalaman Lebak. Mengingat, saat ini bantuan yang sampai ke tangan para korban banjir masih sangat sedikit,” tutur Rojali. (dio/ara)