Surat Cinta untuk Wali Asuh Santri Penghafal Qur'an

Isak tangis pecah saat Zamna, santri Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an Takhassus Tegal memberikan surat cintanya untuk Pudji Hastuti, donatur sekaligus wali asuhnya selama ini. Zamna terharu dengan kebaikan Ibu Pujiati dan seluruh donatur wali asuh santri penghafal Qur'an di Pesantren Takhassus yang tersebar di Indonesia.

Surat Cinta untuk Wali Asuh Santri Penghafal Qur'an
Surat Cinta untuk Wali Asuh Santri Penghafal Qur'an
Surat Cinta untuk Wali Asuh Santri Penghafal Qur'an
Surat Cinta untuk Wali Asuh Santri Penghafal Qur'an
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran

Isak tangis pecah saat Zamna, santri Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an Takhassus Tegal memberikan surat cintanya untuk Pudji Hastuti, donatur sekaligus wali asuhnya selama ini. Zamna terharu dengan kebaikan Ibu Pujiati dan seluruh donatur wali asuh santri penghafal Qur'an di Pesantren Takhassus yang tersebar di Indonesia.

Bagaimana tidak, mereka tidak memiliki ikatan darah namun berkenan memberikan sedekah terbaiknya setiap bulan. Mereka tulus membantu para santri untuk menghafal Qur'an melalui program Wali Asuh Santri.

Ibu Pudji pun membacakan surat cinta dari santri asuhnya. "Teruntuk seluruh donatur terkhusus Bunda Asuh Zamna, rasanya banyak kata terima kasih yang Zamna ucapkan pun tak cukup untuk kebaikan yang telah Ayah/Bunda berikan melalui PPPA Daarul Qur'an. Sehingga Zamna dan teman-teman di sini bisa merasakan manfaatnya, lewat makanan yang kami makan sehari-hari, dari sinaran cahaya lampu yang menerangi muroja'ah kami dan masih banyak yang tidak bisa Zamna tuliskan. Alhamdulillah, kami di sini ada yang sudah selesai hafalannya 30 Juz, ada juga yang masih ikhtiar menyelesaikan hafalannya. Doakan kami Ayah/Buna, semoga mengalir kebaikan buat Ayah/Bunda semua," tutur Ibu Pudji membacakan suratnya. 

Pelukan hangat mengiringi pertemuan mereka, keduanya saling mendoakan dalam isak tangis haru. Begitu juga dengan wali asuh lainnya yang merasa terharu atas surat cinta tersebut. 

"Saya sangat bergetar, haru dan bangga, mudah-mudahan walaupun bukan saya yang memberikan mahkota untuk bapak ibu saya, tetapi merekalah para santri yang kami Asuh bisa memberikannya Aamiin," ujar Agus Nurrohman, salah satu donatur yang turut hadir dalam acara tersebut.