Safari Dakhwah Bersama Syekh Hussein Jaber: Iman di Dalam Hati, Istiqomah Dalam Amalnya

Safari Dakhwah Bersama Syekh Hussein Jaber: Iman di Dalam Hati, Istiqomah Dalam Amalnya
Safari Dakhwah Bersama Syekh Hussein Jaber: Iman di Dalam Hati, Istiqomah Dalam Amalnya
Safari Dakhwah Bersama Syekh Hussein Jaber: Iman di Dalam Hati, Istiqomah Dalam Amalnya
Safari Dakhwah Bersama Syekh Hussein Jaber: Iman di Dalam Hati, Istiqomah Dalam Amalnya
beasiswa-idaqu
beasiswa-idaqu
beasiswa-idaqu

Safari dakwah Bersama Syekh Hussein Jaber di Bandung kembali digelar pada tanggal 20-21 Agustus 2022, di 4 titik lokasi yakni: Masjid Babbussalam Taman Cibaduyut Indah, Masjid At-Taubah Antapani Tengah, Masjid Baitul Mu’min Antapani Kidul dan Villa Santri Fatih Al-Ayyubi Cimenyan.

Dalam dakwahnya Syekh Hussein Jaber menegaskan pentingnya mengelola hati. Bahasa Al-Qur’an adalah bahasa hati, sebagaima dalam hadist Rasulullah SAW “Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh terdapat segumpal daging. Jika segumpal daging itu baik, maka baiklah seluruh tubuhnya, dan jika segumpal daging tersebut buruk, maka buruklah seluruh tubuhnya. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati.” (HR Bukhari dan Muslim).

Lalu dalam firman Allah SAW, QS. Asy - Syu’araa: 88-89

“(yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih”

Allah tidak melihat wajahmu seperti apa?, keluargamu bagaimana?, jabatannya apa?, hartanya sebanyak apa?, tapi Allah lihat hati kita. Contoh sahabat Rasulullah SAW, beliau seorang hamba Allah yang tidak terkenal, bukan seorang sahabat yang banyak berkomunikasi dan bersosialisasi dengan sahabat lainnya ataupun sahabat yang ditunjuk untuk meriwayatkan hadist Rasulullah SAW. Namun, pada waktu itu Rasulullah SAW berkata kepada para sahabat sembari menunjuk pintu Masjid Nabawi, “Nanti sebentar lagi masuk dari pintu ini seorang penghuni surga.” Dan diberitahukan kepada para sahabat hingga tiga kali.

Salah satu sahabat Abdullah bin Amr berinisiatif mencari tahu amalan apa yang dikerjakan oleh sahabat tersebut, selama tiga hari bersama sahabat yang disebut tiga kali oleh Rasulullah SAW sebagai penghuni surga tersebut, Abdullah bin Amr hanya melihat bahwa sahabat tersebut hanya melakukan amalan-amalan ibadah yang biasa saja, lalu Abdullah bin Amr bertanya memberanikan diri bertanya kepada sahabat tersebut, sahabat tersebut menjawab bahwa ia tidak pernah berbuat curang kepada seorang pun, dan menjelang tidur ia selalu memaafkan semua orang yang berbuat salah tanpa ada perkataan maaf dari orang itu, apa pun itu ia maafkan dan bersihkan. MasyaAllah itulah keutamaan pentingnya hati yang bersih, yang ikhlas, yang suci bisa menjadi amalan mencapai surga.

Pentingnya hati yang bersih dibeberapa aspek berikut:

  1. Niat

Selalu siapkan niat yang baik, niat menjadi hamba yang baik. Ketika kita menlakukan apa yang Allah cinta , apa yang Allah suka, apa yang Allah mau, maka balasan dari Allah ialah apa yang kita mau dan yang kita suka

  1. Khusu didalam sholat

Penting bagi kita selalu menghadirkan hati ketika melakukan amal ibadah, salah satunya sholat. Sholat merupakan pertemuan kita seorang hamba dengan Rabbal’alamiin, maka dengan hadirnya hati maka akan terjaga kekhusuan shalat. Sifat ahli syurga ialah sholat malam diwaktu manusia lain sedang tidur.

  1. Taubat & Ujian

Allah SWT begitu lembut kepada hambanya walaupun ia sangat berdosa. Hati yang sudah terpaut akan taubat selalu menegaskan dirinya agar jangan berputus asa dari rahmat Allah, Allah percikan hidayah kedalam hati. Dan Allah akan melihat kesungguhan dari niat didalam hatinya. Dalam QS. Fussilat 30-31 Allah SWT berfirman

“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, "Tuhan kami adalah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya (surga) kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh apa yang kamu minta.”

Wallahu a’lam bishawab