Walikota Sukabumi Apresiasi Kelas Bunda Mengaji 

Walikota Sukabumi Apresiasi Kelas Bunda Mengaji 
hari-santri-daarul-quran
hari-santri-daarul-quran

Masjid Agung Kota Sukabumi kembali dibuka untuk seluruh aktifitas kegiatan masjid pada Selasa (1/2) setelah  ditutup karena PPKM darurat.

Alasan dibukanya kembali Masjid Agung dari berbagai peribadatan baik shalat lima waktu ataupun Shalat Jumat karena Kota Sukabumi masuk ke dalam zona oranye dan situasi Covid-19 di Kota Sukabumi berangsur menurun. 

"Alasan inilah, kami dan DKM Masjid Agung Kota Sukabumi menyetujui untuk kembali dibuka peribadahan," ujar Ketua MUI Kota Sukabumi, KH. Aab Abdullah.

Walikota Sukabumi H.Achmad Fahmi menghadiri pembukaan pengajian Majelis Taklim di Masjid Agung Sukabumi, Kamis (10/2). Pada kesempatan ini Walikota sekaligus mengukuhkan membuka acara Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) remaja Masjid Agung Sukabumi.

DKM Masjid Agung Kota Sukabumi mengundang seluruh komunitas dan majelis taklim pada acara tersebut, salah satunya adala Kelas Bunda Mengaji di bawah naungan PPPA Daarul Qur’an Bogor.

Dalam sambutanya Walikota Sukabumi mengatakan, pembukaan pengajian yang dilaksanakan ibu-ibu merupakan kegiatan positif yang harus senantiasa didukung dan dipelihara. “Ini sangat bagus, dan ini patut diapresiasi. Selain sebagai wadah silaturahmi, semoga berkah dan amal ibadah yang dijalankan juga menjadi berkah untuk kerohanian masayarakat di Kota Sukabumi ini,” kata Walikota. 

Menurutnya, bahwasannya majelis taklim jika dilihat di lapangan hanya bersifat nonformal. Namun, meski demikian fungsi dari majelis taklim itu sendiri sangatlah dirasa dalam masyarakat. 

“Majelis taklim juga banyak disorot karena perannya dalam mengembangkan pribadi Islami pada pesertanya,” paparnya.
Walikota berharap agar pengajian-pengajian Islam seperti ini dapat tumbuh dan berkembang diseluruh Kota Sukabumi. “Kegiatan ini bertujuan agar para Ibu dapat mendidik anak-anak dari pergaulan bebas,” sambung ia.

Achmad menambahkan, hal yang menjadi tujuan majelis taklim yakni berfungsi sebagai tempat belajar. ”Maka tujuan majelis taklim adalah menambah ilmu dan keyakinan agama, yang akan mendorong pengalaman ajaran agama, dan berfungsi sebagai tempat kontak sosial guna meningkatkan kesadaran dan kesejahteraan rumah tangga dan lingkungan jamaahnya,” pungkasnya. []

Oleh: Nadzar, PPPA Daarul Qur’an Bogor