APD Untuk Puskesmas Cangkrep, Purworejo

APD Untuk Puskesmas Cangkrep, Purworejo
hari-santri-daarul-quran
hari-santri-daarul-quran

Namanya adalah Waryadi, seorang perawat di Puskemas Cangkrep. Sudah hampir 10 tahun ia mengabdi di sana. Sejak sumpah diucapkannya selepas lulus dari profesi perawat di sebuah perguruan tinggi sampai saat ini, Waryadi kali ini amat senang menerima bantuan APD dari PPPA Daarul Qur’an Mei 2020 lalu. Menurutnya APD akan selalu dibutuhkan oleh paramedis di tengah wabah COVID-19 saat ini.

“Kebutuhan APD kalau dalam waktu dekat masih cukup, tapi ini belum memasuki masa puncak. Kita tidak tahu kalau untuk jangka panjang apakah masih cukup atau tidak, saya rasa kalau kebutuhan APD itu akan terus dibutuhkan untuk paramedis. Kadang kalau ada yang masih bisa kita pakai ya dicuci dan disterilisasi lagi, tapi ada juga yang sekali pakai,” ujar Waryadi.

Memasuki lorong Puskesmas Cangkrep, tempat tidur pasien banyak yang kosong, ada 4 ruangan di area depan yang tidak ada satu pun pasien, hanya berisi bangsal dan tempat tidur kosong. Saat ini Pukesmas Cangkrep memang telah merumahkan pasien-pasiennya bagi yang sudah mulai pemulihan atau bisa dirawat di rumah, hanya ada beberapa pasien yang memang membutuhkan perawatan masih tetap di puskemas.

Memulangkan pasien menjadi salah satu langkah untuk menghindari penyebaran virus di Puskemas Cangkrep. Selain itu, menurut Waryadi, Puskesmas Cangkrep dengan patroli keliling ke desa-desa juga telah menghimbau kepada masyarakat agar tidak datang ke puskemas ketika tidak sakit agar resiko penularan dapat dihindari.

Tidak hanya pasien, para tenaga kesehatan juga was-was menghadapi wabah COVID-19 yang cepat menular ini. Namun bagi Waryadi, ketakutan tidak akan menyelesaikan masalah.

“Kita harus ingat bahwa kita masih punya keluarga yang selalu mendukung, teman, bahkan tetangga. Semuanya bergotong-royong menghadapi bahaya ini, semuanya saling bantu, jadi baik pasien atau paramedis, kita tidak sendirian, kita berjuang bersama-sama,” lanjut Waryadi memotivasi rekan-rekannya dan juga para pasien.

Begitulah yang dihadapi Waryadi, walaupun rasa wa-was tetap ada tapi tidak boleh menjadi penghalang baik untuk pasien atau tenaga kesehatan. Sikap kooperatif pasien untuk jujur dengan kondisinya akan sangat penting bagi tenaga Kesehatan seperti Bapak Waryadi.

“Alhamdulillah, semoga dengan adanya bantuan APD semua pusat kesehatan tanpa terkecuali puskesmas yang selalu menjadi tujuan awal masyarakat untuk berobat, dapat menjadi lebih sigap menghadapi beragai situasi ke depannya,” ujar Maulana Kurnia Putr, Kepala Cabang PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta []