Ayat-ayat Tentang Nuzulul Qur'an

Ayat-ayat Tentang Nuzulul Qur'an
hari-santri-daarul-quran
hari-santri-daarul-quran

Nuzulul Qur’an adalah salah satu peristiwa penting bagi Umat Islam. Pada hari itu, al-Qur’an, kitab suci umat Islam, diturunkan oleh Allah swt. kepada Nabi Muhammad saw. melalui malaikat Jibril di Gua Hira. Adapun wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw., menurut pendapat mayoritas ulama, adalah QS. Al-‘Alaq/96: 1-5.

Pada giliran selanjutnya, al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad saw. selama 22 tahun 2 bulan 22 hari atau jika dibulatkan 23 tahun. Waktu 23 tahun tersebut terdiri dari 13 tahun di Mekah dan 10 tahun di Madinah.

Peristiwa Nuzulul Qur’an atau turunnya al-Qur’an ternyata direkam juga oleh al-Qur’an sendiri. Ada beberapa ayat al-Qur’an yang mengindikasikan peristiwa tersebut. Ayat yang cukup populer di kalangan umat Islam di Indonesia mengenai Nuzulul Qur’an, salah satunya, adalah QS. Al-Baqarah/2: 185.

Allah swt. menurunkan al-Qur’an agar manusia mendapatkan petunjuk dan juga dapat mengetahui penjelasan atas petunjuk-petunjuk tersebut. Al-Qur’an diturunkan di bulan Ramadan terdapat dalam QS. Al-Baqarah/2: 185. Ayat ini terletak disepanjang ayat-ayat yang membahas ibadah puasa. Allah swt. berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Artinya: “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.”

Secara spesifik, al-Qur’an menjelaskan bahwa peristiwa Nuzulul Qur’an atau penurunan al-Qur’an terjadi pada Lailatul Qadr. Hal ini terekam dalam QS. Al-Qadr/97: 1. Lailatul Qadr adalah malam yang lebih baik dari pada 1000 bulan. Pada malam itu, Allah swt. mengutus malaikat untuk mengatur semua urusan. Mengenai Nuzulul Qur’an, Allah swt. berfirman:

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam qadar.”

Al-Qur’an adalah kitab yang jelas. Malam diturunkannya al-Qur’an, berdasarkan redaksi QS. Al-Dukhan/44: 3, adalah malam yang Allah swt. berkahi. Pada malam itu, Allah menjelaskan segala urusan yang penuh hikmah. Allah swt. berfirman:

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُّبٰرَكَةٍ اِنَّا كُنَّا مُنْذِرِيْنَ

Artinya: “sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan.”

Allah swt. dalam QS. Al-Anfal/8: 41 juga mengatakan bahwa kitab suci al-Qur’an diturunkan pada Yaum al-Furqan (hari Furqan). Hari itu adalah hari bertemunya dua pasukan. Allah swt. berfirman: 

وَاعْلَمُوْٓا اَنَّمَا غَنِمْتُمْ مِّنْ شَيْءٍ فَاَنَّ لِلّٰهِ خُمُسَه وَلِلرَّسُوْلِ وَلِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَابْنِ السَّبِيْلِ اِنْ كُنْتُمْ اٰمَنْتُمْ بِاللّٰهِ وَمَآ اَنْزَلْنَا عَلٰى عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعٰنِۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Artinya: “Dan ketahuilah, sesungguhnya segala yang kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak yatim, orang miskin dan ibnu sabil, (demikian) jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqan, yaitu pada hari bertemunya dua pasukan. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Lalu, siapakah yang Allah utus sebagai “pembawa” kitab suci al-Qur’an kepada Nabi Muhammad saw.? Allah swt., melalui QS/ Al-Syu’ara/26: 193, menjelaskan bahwa Ruh al-Amin atau Jibril adalah sosok yang “membawa” al-Qur’an kepada hati Nabi Muhammad. Al-Qur’an diturunkan sebagai peringatan dengan bahasa Arab yang jelas. Allah swt. berfirman:

نَزَلَ بِهِ الرُّوْحُ الْاَمِيْنُ 

Artinya: “Yang dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril).”

Wallahu a’lam.