Duka Gaza di Bulan Ramadhan

Duka Gaza di Bulan Ramadhan
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran

Duka menyelimuti Palestina di awal Ramadhan 1440 H. Kabar terkini, sebanyak 24 orang meninggal dunia setalah tentara zionis memborbardir pemukiman warga di Gaza. Di antara korban jiwa tersebut ada seorang ibu yang sedang mengandung dan bayi berusia empat bulan.

Aktivis Kemanusiaan Indonesia di Gaza Abdillah Onim dalam akun instagram pribadinya @bangonim memposting sejumlah warga yang menjadi korban agresi militer Israel. Ia mengungkapkan kondisi Gaza di Ramadhan ini sangat berduka setelah banyak saudara-saudara muslim yang meninggal dunia.

“Gaza sambut Ramadhan dengan luka dan duka. Di saat sahur bukan diiringi gendang sahur atau sajian lawakan di televisi tapi dihujani dengan bom dan rudal,” ujar Bang Onim sapaan akrabnya saat melakukan sahur pertama di bulan Ramadhan, Senin (6/5).

Saat dihubungi PPPA Daarul Qur’an, Bang Onim yang merupakan Koordinator Daarul Qur’an di Gaza meminta doa untuk seluruh umat muslim di Palestina khususnya para santri Rumah Tahfizh Daarul Qur’an Gaza. Sebab sampai saat ini ia mengaku belum mendapat kabar tentang keadaan para santri.

“Sejak tiga hari ini saya enggak kontak karena situasi tidak kondusif. Mohon doa untuk kami semua di Gaza dan semoga para santri aman-aman saja,” tuturnya.

Sementara itu, kesedihan mendalam dirasakan Syeikh Issa Al-Herthani (27) dan Suhaib Haniya (12) pengajar serta santri Rumah Tahfizh Daarul Qur’an Gaza yang selama Ramadhan dijadwalkan untuk berjelajah ke kota maupun pelosok Indonesia dalam program “Roadshow Imam Muda Ramadhan 1440 H”.

“Mereka sangat sedih karena banyak saudara-saudaranya yang gugur di Gaza. Dalam beberapa hari ini, mereka lebih memilih i’tikaf dan tidak keluar dari tempat menginap jika tak ada agenda wajib dalam roadshow,” tutur Fadhil, salah satu pendamping Syeikh Issa dan Suhaib.