Keseruan Bersama Santri Suku Tengger Bromo

Keseruan Bersama Santri Suku Tengger Bromo
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran

Tepat di kaki gunung Bromo, PPPA Daarul Qur’an Surabaya berkesempatan mengunjungi saudara muslim yang berada di Desa Wonokerto, Probolinggo, yakni desa yang dikenal dengan Kampung Qur’an Bromo, Ahad, (2/8). Di siang hari yang sejuk dengan suguhan pemandangan Gunung Bromo, kami disambut dengan kerumunan adik-adik yang memberi salam.

“Assalamu’alaikum, Kak, ini nanti makan-makan ya,” ucap salah satu santri sambil tersipu malu.

Para santri mulai berdatangan ke Musholla al Ikhlas setelah mendengar pengumuman. “Ayo santri-santri datang ke musholla sekarang ya karena kakak-kakak PPPA Daarul Qur’an sudah datang,” seru Ustadz Muhibbin saat mengumumkan melalui pengeras suara musholla.

Acara diisi dengan sambutan dan juga makan bersama. Setelah selesai, dilanjutkan dengan pemberian motivasi agama kepada para santri. Dengan antusias, Kak Fahri memberi perkenalan dan kalimat pembuka. “Sore ini kakak mau berbagi cerita. Ada yang tau ga?,” serunya sambil mengangkat tangan. Kak Fahri memberikan pemahaman kepada para santri mengenai dasar-dasar agama islam.

Kegiatan ini memberikan kebahagiaan tersendiri bagi para santri sebanyak 40 orang yang rata-rata duduk dibanku TK, SD hingga SMP. Kak Fahri mencoba mencairkan suasana dengan memberikan games. “Siapa yang bisa jawab pertanyaan kakak, nanti dikasih hadiah, langsung maju,” seru Kak Fahri dengan semangat.

Di sesi akhir, Kak Fahri juga memberikan bimbingan menghafalkan Surat ar Rahman ayat 1-5 kepada para santri. Mereka memperhatikan Kak Fahri dengan serius, hingga sebagian bisa menghafal surat ar Rahman ayat 1-5 dengan baik. Meski ada beberapa santri yang merasa malu ketika diminta maju untuk membacakan hafalan surat ar Rahman ayat 1-5. Ada pula santri yang membacakan hafalan surat pendek.

Tidak hanya games hafalan saja, Kak Fahri juga memberikan pertanyaan tentang kisah Para Nabi. Hampir semua bisa menjawab dengan benar. Dengan wajah penuh keceriaan, para santri mendapatkan hadiah. Acara ditutup dengan doa dan foto bersama para santri. []