KH. Yusuf Mansur Ajak Masyarakat Doakan Penumpang Sriwijaya Air

KH. Yusuf Mansur Ajak Masyarakat Doakan Penumpang Sriwijaya Air
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran

Pesawat Sriwijaya Air rute penerbangan Jakarta - Pontianak dinyatakan hilang kontak sebelum akhirnya benar-benar dipastikan jatuh pada Sabtu (9/1) siang sekitar pukul 14.40 WIB. Pesawat dengan kode penerbangan SJ-185 itu jatuh ke laut di kawasan Kepulauan Seribu, Jakarta, atau sekitar Pulau Laki.

Diketahui, dalam penerbangan tersebut pesawat mengangkut 43 penumpang dewasa, 7 penumpang anak, 3 penumpang bayi, dan 12 kru. Tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, Kementerian Perhubungan, dan masyarakat pun langsung menuju ke lokasi yang diduga sebagai titik terakhir pesawat terpantau radar untuk melakukan pencarian.

Sementara itu, keluarga dan sanak saudara dari para penumpang pesawat dikabarkan memenuhi Bandar Udara Internasional Supadio Pontianak untuk meminta informasi terkini. 

Menanggapi hal tersebut, KH. Yusuf Mansur mengajak masyarakat untuk mendoakan korban serta keluarga. Dalam acara kajian Metode Tahfidz dan Tadabbur Yusuf Mansur (MTYM)  yang digelar secara online malam harinya, ia sebagai penceramah meluangkan waktunya untuk berdoa bersama seluruh jamaah.

"Sambil saudara menulis, kita baca lagi Suratul Fatihah, kita hadiahkan untuk korban Sriwijaya Air, innanillahi wainna ilaihi rajiuun," ungkap KH. Yusuf Mansur sebelum memulai kajian.

Ia mengaku prihatin atas kejadian tersebut dan mengingatkan jamaah dan masyarakat untuk terus mendekatkan diri kepada Allah. Sebab, pintu kematian tidak ada yang pernah tahu.

"Itulah kematian, Yaa Allah, persiapan temen-temen yang naik pesawat pasti cuma satu, kan? Corona, Covid-19, segala tindakan preventif adalah preventif Covid-19, Swab, anti gen, pakai masker dan lain sebagainya, ternyata ada pintu kematian yang lain, betul sekali bahwa kematian itu menjadi nasihat buat kita semua," tukasnya.

Harapannya, dari Surat Al-Fatihah yang ia dan jamaah kirimkan dapat sampai kepada korban dan keluarganya. Selain itu, juga sebagai tameng bagi jamaah agar terhindar dari segala macam musibah. []