Kolaborasi Bersama Membangun Masjid di Wilayah 3T dan Hadirkan Imam Berkualitas
Masjid di pelosok negeri bukan hanya membutuhkan bangunan yang layak, tetapi juga sosok yang menghidupkannya. Karena itu, Laznas PPPA Daarul Qur’an bersama Yayasan Masjid Nusantara memperkuat kolaborasi pembangunan masjid di wilayah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) sekaligus penyediaan imam melalui Sekolah Imam Indonesia (SII).
Kolaborasi ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman di Tangerang, Rabu (9/9). Program mencakup pembangunan dan pengembangan masjid di wilayah pelosok serta pemenuhan kebutuhan imam bagi masjid-masjid di bawah naungan Masjid Nusantara.
Direktur Utama Laznas PPPA Daarul Qur’an Dwi Kartika Ningsih mengatakan, pembangunan masjid harus berjalan bersama penguatan imam sebagai penggerak kehidupan masjid.
“Kami ingin kolaborasi ini tidak berhenti pada pembangunan fisik. Melalui Sekolah Imam Indonesia, kami juga ingin menghadirkan imam yang berkualitas untuk membimbing masyarakat, menghidupkan dakwah dan pendidikan Al-Qur’an di masjid-masjid pelosok,” ujarnya.
Program pembangunan mencakup pemetaan kebutuhan, verifikasi lokasi, perencanaan, pembangunan maupun renovasi, hingga penguatan fungsi masjid sebagai pusat ibadah, dakwah, pendidikan dan pembinaan Al-Qur’an.
CEO Yayasan Masjid Nusantara Pras Purworo menyambut sinergi ini sebagai ikhtiar menjawab kebutuhan masjid di berbagai pelosok.
“Masih banyak masjid yang membutuhkan perhatian, baik dari sisi sarana maupun ketersediaan imam. Bersama PPPA Daarul Qur’an melalui Sekolah Imam Indonesia, kami ingin menghadirkan imam yang tidak hanya memimpin salat, tetapi juga mampu menjadi pembimbing dan penggerak umat untuk menguatkan kiprah dakwah Indonesia,” tuturnya.
Melalui Sekolah Imam Indonesia, kerja sama mencakup rekrutmen dan pembinaan calon imam, peningkatan kapasitas dan kompetensi, hingga proses seleksi, rekomendasi dan penempatan imam sesuai kebutuhan masjid.
Bagi kedua lembaga, membangun masjid berarti menghadirkan lebih dari sekadar bangunan. Ada ikhtiar untuk memastikan masjid memiliki kehidupan, pembinaan dan keberlanjutan melalui hadirnya imam yang berkualitas.
Dari masjid yang berdiri di pelosok hingga imam yang membimbing di dalamnya, kolaborasi ini menjadi ikhtiar menghadirkan cahaya Al-Qur’an semakin jauh—hingga ke wilayah 3T dan masjid-masjid yang membutuhkan. (ARA)


