Munajat Hikmatus untuk Almarhum Ayah
Masih saja terpasang pipa-pipa panjang dari sungai yang kering menuju tiga bangunan kayu berlantai tiga di atas tebing sungai di ujung musim kemarau akhir September 2017 lalu. Tiga bangunan kayu penuh lembaran baju yang dijemur, mushaf-mushaf merah marun yang tersebar, juga suara-suara mengaji ratusan santri Rumah Tahfidz Nurul Qur'an Kokap, Kulon Progo melapisii dinding kayu.
Setiap sore selepas Ashar, rutinitas ratusan santri usia sekolah dasar dan sekolah menengah segera mengganti seragam sekolah dengan sarung, baju koko, kopyah hitam, atau mukena, dengan mushaf yang tidak pernah lepas digenggam. Para santri siap menghafal Al-Qur'an.
Beberapa anak kampung mulai berdatangan, Rumah Tahfidz Nurul Qur'an Kokap, Kulon Progo sudah menjadi seperti rumah bagi anak-anak sekitar. Rumah Tahfidz adalah tempat mengaji sekaligus meramu masa depan atas nasib malangnya. Di antara tiga ratus santri tahfidz, banyak di antaranya adalah yatim piatu dan lemah ekonomi keluarganya.
Hikmatus salah satunya. Santriwati asal Kulon Progo ini telah yatim sejak kecil dan ditinggal ibundanya. Pilihan Hikmatus untuk menghafal Al-Qur'an di Rumah Tahfidz Nurul Qur'an semacam jalan pintas sekaligus jalan keluar untuk memuliakan ayah ibunya yang belum pernah ditemui. Al-Qur'an, setiap huruf dan kata yang dibaca Hikmatus diharapkan menjelma doa dan kebaikan bagi ayah ibunya.
Sore itu, Hikmatus khusyuk menghafal surat Al-Fath bersama dua santriwati lain di anak tangga musholla. Surat Al-Fath yang dihafalnya bersama ratusan santri Rumah Tahfidz lainnya dipersembahkan untuk ayah ibu. Keinginannya, Surat Al-Fath yang telah dihafal akan disetorkan pada saat Wisuda Akbar 8 di Yogyakarta pada 22 Oktober 2017 nanti.
Hikmatus berbahagia menyambut WIsuda Akbar 8, pasalnya acara ini adalah waktu yang tepat bersama ratusan ribu santri tahfidz di seluruh Indonesia bersama-sama mensyiarkan Al-Qur'an, yang secara langsung menjadi momentum yang tepat untuk berdoa dan munajat pada Allah untuk kebaikan-kebaikan ayah ibu.
Ust. Nur Wakhid, pengasuh Rumah Tahfidz Nurul Qur'an pun meriwayatkan bagaimana Hikmatus dapat menghafal Al-Qur'an di rumah tahfidz-nya. Matanya memerah-berkaca, gemetar, mengisahkan silsilah Hikmatus. “Ya, memang tidak ada jalan lain untuk Hikmatus selain menghafal Al-Qur'an untuk kebaikan orang tua. Semoga Hikmatus menjadi hafidzoh,” ungkap Ust. Alli mengenang masa lalu Hikmatus. Aamiin.


