Nasihat Syeikh Assyajaroh dalam Acara Wisuda Akbar ke-10 di Yogyakarta

Syeikh Abdullah Ahmad Muhammad Assyajaroh menyampaikan nasihat penting bagi seluruh peserta wisuda dan semua yang hadir dalam mejelis tersebut. 

Nasihat Syeikh Assyajaroh dalam Acara Wisuda Akbar ke-10 di Yogyakarta
Beasiswa PPPA Daarul Qur'an
Beasiswa PPPA Daarul Qur'an
Beasiswa PPPA Daarul Qur'an

PPPA Daarul Qur'an Yogyakarta dan Rumah Tahfizh Center menggelar Wisuda Akbar ke-10 di Masjid Agung Sleman dr. Wahidin Soedirohoesodo, Yogyakarta, pada Ahad (23/10/2022).

Sebanyak 839 santri dari Rumah Tahfidz Korda Korda Solo-Raya, Yogyakarta, Kebumen, Cilacap dan umum mengikuti acara wisuda dengan kategori hafalan yang berbeda.

Mereka begitu antusias mengikuti seluruh rangkaian prosesi wisuda. Para santri juga sangat khusyuk saat mendengarkan tausiyah yang disampaikan oleh Syeikh Abdullah Ahmad Muhammad Assyajaroh dari Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an.

Syeikh Abdullah Ahmad Muhammad Assyajaroh menyampaikan nasihat penting bagi seluruh peserta wisuda dan semua yang hadir dalam mejelis tersebut. 

Ia menyeru bahwa pada hari ini merupakan momen yang penuh keberkahan, karena berkumpul dengan para penghafal Qur’an. Dirinya juga mengatakan, kelak hari ini akan menjadi saksi di hari kiamat, dan kelak Al-Qur'an akan memberikan syafaat bagi ahlinya yang terus membaca dan mencintai al-Qur’an di dunia.

“Sebagaimana kita butuh makan dan minum setiap hari, begitu juga kita butuh membaca Al-Qur'an setiap hari. Karena sesungguhnya manusia apabila ia tidak makan dan minum maka akan menyebabkan penyakit kematian pada jasadnya," serunya.

Begitu juga apabila manusia tidak membaca Al-Qur'an setiap hari, Syeikh Assyajaroh menuturkan bahwa manusia tersebut akan mati, tapi bukan jasadnya melainkan ruhnya. 

Sebagaimana diketahui bahwa manusia terdiri dari dua bagian yaitu jasad dan ruh. Jasad akan dikubur ketika kita mati, tetapi ruh akan kekal. 

"Saat kita tidak memperhatikan jasad kita, dengan tidak memberikan haknya untuk makan dan minum, maka kita akan mendapati penyakit pada badan kita," sambungnya.

Oleh karena itu, sebagai umat Islam harus segera menyembuhkan segala penyakit yang ada di badan termasuk penyakit hati. Sebab hal tersebut sangat berpengaruh terhadap keimanan seseorang.

"Sebagaimana penyakit pada jasad kita, untuk menyembuhkan penyakit yang ada di dalam ruh kita, hendaklah kita memberi makan pada ruh kita, memberi pandangan yang enak pada ruh kita yaitu dengan membaca dan menghafalkan Al-Quran,” jelas Syeikh Assyajaroh.

Sebagaimana telah dijelaskan bahwa Allah SWT, bagi orang-orang yang beriman apabila menghendaki ketenangan dalam hatinya, maka ia berdzikir pada-Nya, dan sebaik-baik dzikir adalah dengan membaca Al-Qur’an. 

Syeikh Assyajaroh juga berpesan agar ketika menginginkan suatu keutamaan dari Allah SWT, maka tambah bacaan Al-Qur’an. Karena Al-Qur’an adalah sahabat di kehidupan dunia, alam kubur, di padang mahsyar, saat melalui shirat, kemudian ketika menghadap Allah SWT.

Nasihat yang disampaikan Syeikh Assyajaroh diharapkan menjadi motivasi bagi para peserta Wisuda Akbar 10. Sehingga mereka dapat membiasakan diri membaca Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai dzikir setiap hari sekaligus sahabat sepanjang hayat. Tidak hanya membaca dan menghafalkannya saja, tetapi juga mengamalkan Al-Quran. []
 
Penulis: Rina R. Hidayah