Saputra, Bocah Penjual Cilok Tulang Punggung Keluarga

Saputra, Bocah Penjual Cilok Tulang Punggung Keluarga
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran
pppa-daarul-quran

Di antara siswa-siswi SDN 1 Jurangmangu Timur, Tangerang Selatan, ada salah seorang bocah yang bukan anak biasa. Berbeda dengan teman sebayanya yang aktivitasnya hanya bermain dan belajar, diusianya yang beranjak 12 tahun, bocah ini sudah menjadi tulang punggung keluarga.

Namanya Muhammad Saputra (12) atau akrab dipanggil Putra. Ia adalah anak kedua dari empat bersaudara. Putra sempat viral di media sosial karena berjualan cilok untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.

Kedua orangtuanya telah pergi, Putra dan tiga saudaranya saat ini menyandang status yatim piatu. Karena itu, Putra tak bisa seperti anak lain seusianya yang bisa main setelah pulang sekolah. Bersama sang kakak, mereka harus bekerja demi bisa menghidupi dirinya dan adik-adiknya yang masih kecil.

“Ayah meninggal karena sakit paru-paru, kalau ibu pergi saat melahirkan adik bungsuku yang sekrang baru berusia 10 bulan. Aku sempat jadi pemulung, pengamen tapi sekarang jualan cilok. Kakak masak aku yang menjualnya,” ujar Saputra saat PPPA Daarul Qur’an menyambangi sekolahnya minggu lalu.

Menjadi tulang punggung keluarga, tak semudah yang dibayangkan Saputra. Ia sempat putus sekolah selama tiga tahun. Setelah mendapatkan bantuan dari sekolah, ia kini masuk di kelas 3A. Meski bergabung dengan rekan-rekan yang dulunya adalah adik kelasnya, Putra tak merasa minder.

Justru ia merasa sangat bersyukur bisa kembali bersekolah. Meski menjalani aktivitas yang padat dan membagi waktu antara berjualan dan sekolah, Putra tetap semangat. Ia terinspirasi dari almarhum sang ayah yang tetap menjadi tulang punggung keluarga dalam keadaan sakit-sakitan kala itu.
.
"Setelah pulang sekolah saya langsung jualan cilok. Kadang memang terasa capek, tapi saya berusaha buat tidak mengeluh karena saya sayang adik," ucap Putra.

Saat bersilaturahmi dan menemui Putra PPPA Daarul Qur’an memberikan bantuan untuk bekalnya menjalani kehidupan sehari-sehari. “Masya Allah, Putra mengajarkan kita untuk tidak mengeluh dalam menjalani kehidupan. Mudah-mudahan bantuan yang kita berikan bermanfaat. Aamiin,” ucap Rojali Koordinator Layanan Mustahik PPPA Daarul Qur’an.